Sebarkan berita ini:

26-Narkoba SalatigaUNGARAN[SemarangPedia] – Polres Semarang berhasil membongkar dan mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dikendalikan oleh penghuni LP Kedungpane berinisial BW di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kasus itu, telah digelar perkaranya di Mapolres Semarang (1/8).

Dalam kesaksiaannya, Prihantoro Adhi Suryoko alias Opik, 42, warga Sambeng, Kabupaten Magelang mengatakan BW menyuruhnya  untuk mengambil barang (narkoba) di Banyumanik dan kemudian diantakanya di sekitar Palagan Ambarawa

“Pengiriman terakhir, saya diminta untuk mengambil barang di kawasan Banyumanik dekat jalan tol dan diantarakan ke daerah Palagan,” ujarnya.

Melancarakan aksinya Prihantoro mengungkapan yang bersangkutan dihubungi BW melalui via telepon untuk mengantarkan narkoba. Lokasi pengambilan dan wilayah pengiriman ditentukan oleh BW

Sebagai kurir, Prihantoro mengaku sudah tiga kali mengantar paket sabu-sabu pesanan BW. Dari kiriman itu dia mendapat upah berupa paket hemat sabu seberat 0,5 gram.

“Barang yang akan saya kirim ke Ambarawa seberat 5,5 gram, dari kiriman itu saya mendapat 0,5 gram sebagai upah,” tuturnya.

Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso mengatakan tertangkapnya Prihantoro merupakan hasil pengembangan pelaku pidana umum sebelumnya.

Selain sebagai kurir, lanjutnya,  Prihantoro juga merupakan pengguna narkoba yang pernah dihukum 1,5 tahun di Magelang.

Terkait pengakuan Prihantoro, peredaran sabu itu ternyata dikendalikan seorang napi di Kedungpane. Thirdy mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna pengembangan kasus itu.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat LP Kedungpane untuk penyelidikan lebih dalam,” tutur Kapolres.

Galar perkara tersebut, selain penyidik mengamankan tempat tisu yang digunakan menyimpan sabu, juga mobil Honda Jazz H 8734 JD yang digunakan sebagai sarana pengiriman, satu unit ponsel sebagai sarana komunikasi dan juga mengamankan sabu 5,5 gram

Kasus pengendalian narkoba tersebut Prihantoro ditahan di Rutan Mapolres Semarang dan dijerat pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (RS)

121
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>