Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemkot Semarang kembali melakukan evaluasi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang rencana akan berakhir pada 7 Juni 2020, bahkan hingga saat ini tren positif Covid-19 masih terus bertambah.

Hasil evaluasi ternyata terdapat tiga pejabat Pemkot Semarang yang hampir setiap hari berinteraksi dengan masyarakat juga dinyatakan positif Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan mengatakan evaluasi PKM sampai hari ini kita menemukan beberapa cluster baru penyebaran Covid-19, selain di Pasar Kobong, juga ditemukan di Pasar Prembaen, Pasar Jati di Banyumanik dan Pasar Karimata atau Pasar Burung.

Menurutnya, cluster-cluster baru dari pasar itu, sebagai contoh pedagangnya yang terkena positif Covid-19 dan sudah dua hari ini Gugus Tugas penanganan Covid-19 melakukan tracking ke keluarganya.

“Kita lakukan tracking juga ke pedagang-pedagang yang lain untuk kita cari tahu apakah hanya berhenti pada titik ini atau masih berkembang,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu, Delasa (2/6).

Selain cluster baru dari pasar, lanjutnya, pihaknya juga menemukan penyebaran Covid-19 dari Rusunawa Kaligawe.

“Rusunawa Kaligawe juga ada yang positif, selain cluster baru itu, salah satu perbankan satu keluarganya juga terkena Covid-19,” tuturnya.

Dia menambahkan mereka yang positif semuanya OTG, bahkan seorang kepala dinas, seorang camat dan sekcam juga positif Covid-19.

“Teman kami hari ini ada tiga yang positif Covid-19 dan hingga saat ini kita masih berkomunikasi dengan mereka dan semuanya sehat, ini yang dinakaman OTG, mungkin teman kami ini tertular saat melakukan penertiban, karena mereka hampir setiap hari melakukan tugas dan berinteraksi dengan banyak orang,” tuturnya.

Sementara untuk penerapan New Normal, Hendi menuturkan belum bisa menentukan, tapi kalau dilihat dari angkanya yang hinga mencapai 47 orang pada PKM pertama dan pada PKM kedua hingga saat ini mencapai 131.

“Jadi trendnya bukan lagi turun tapi terus naik. Maka harapan saya kepada masyarakat, mari kita bisa mendisiplinkan diri kita terutama menghadapi Covid-19, karena Covid-19 ini di beberapa tubuh manusia memang seakan-akan tidak ada gejalanya,” ujar Hendi.

Menurutnya, motivasi dan mereka yang terkena positif Covid-19 ada yang memilih karantina di rumah dan juga rumah sakit.

“Mudah-mudahan kawan-kawan kita ini cepat sembuh dan bisa melaksanakan aktivitas kembali,” tuturnya.

Hendi menuturkan untuk menerapkan New Normal syarat utamanya adalah ROI dibawah angka 1, sementara hingga saat ini angka ROI Kota Semarang ada di angka 1,47.

“Hingga 30 Mei, ROI nya masih pada 1,47 kalau mau ngomong normal harus dibawah 1, kita ngejar sampai 5 hari ke depan untuk 132 orang kemudian sembuh menjadi sekitar 50 orang, saya rasa ini angka yang sangat besar,” ujarnya. (RS)

20
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>