Sebarkan berita ini:

3-pembobol-bankSEMARANG[SemarangPedia] – Kepolisian Kota Besar Semarang berhasil menangkap tiga tersangka pelaku kawanan spesialis pembobol bank, dengan mengunakan kartu kredit atau kredit tanpa agunan ke Bank.

Ketiga tersangka bernama M Deky Nawawi (32), warga Jalan Ngesrep Timur V, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Edy Prayitno (43), warga Graha Pesona Jatisari Blok A-4/10, Kecamatan Mijen, dan Taufik alias Nurhadi alias Gondrong (32), warga Pundungputih, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Ketiganya ditangkap Kamis malam (1/12), di sebuah ruko, Kompleks Metro Plaza, Peterongan, Semarang.

Tersangka Deky merupakan otak dari serangkaian aksi tersebut dengan membuat identitas KTP palsu untuk menirikan perusahaan PT Global Sarana Utama, dan menyuruh Edy dan Taufik sebagai pemimpin perusahaan. Deky merupakan mantan karyawan salah satu bank swasta di Semarang dan mantan sopir taksi di Bali.

“Untuk mendapatkan uang tergantung pengajuan ke pihak Bank, ya tidak tentu antara bisa mendapat Rp3 juta hingga Rp50 juta dengan total yang sudah diterima Rp335 juta dari sembilan bank ternama,” ujarnya  saat gelar perkara Jumat sore (2/11) di Mapolrestabes Semarang

Kesembilan bank yang berhasil dibobol dengan total Rp 335 juta di antaranya Bank Bukopin dengan hasil total Rp13 juta, BNI dengan total Rp60 juta, Bank Danamon Rp10 juta, Bank CIMB Niaga Rp 52 juta, Bank HSBC Rp 10 juta, BII Rp 10 juta, Bank Mandiri Rp 50 juta, City Bank Rp 50 juta, dan Bank Standard Chartered dengan total Rp 80 juta dalam bentuk kartu kredit dan kredit tanpa agunan.

Kasat Reskrim AKPB Wiyono Eko Prasetyo mengatakan ketiga tersangka merupakan pelaku kejahatan perbankan. Modus yang digunakan adalah tersangka membuat perusahaan fiktif dan identitas KTP untuk mengajukan kartu kredit atau kredit tanpa agunan ke bank.

Perusahaan fiktif itu, lanjutnya, hanya untuk meyakinkan pihak bank bahwa pemohon kartu kredit atau kredit tanpa agunan sesuai identitas KTP palsu memang karyawan mereka dengan jumlah gaji sekitar Rp35juta per bulannya. Begitu bank percaya maka akan memberikan permintaan kartu kredit dan kredit tanpa agunan.

“Untuk melancarkan aksinya, tersangka Deky juga membuat perusahaan fiktif dengan nama PT Global Sarana Utama. Tersangka kemudian menempatkan Edy dan Taufik sebagai pimpinan perusahaan,, ujarnya.

Selain mengamankan tiga tersangka, Polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 30.098.000, dua lembar blangko e-KTP, sembilan lembar identitas KTP palsu, sejumlah buku tabungan dan kartu kredit, sejumlah telepon dan CPU, laptop, dan satu lembar MMT bertuliskan PT Global Sarana Utama. (HN/RS)

431
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>