Sebarkan berita ini:

25-JohanSEMARANG[SemarangPedia] – Tiket siluman kapal penumpang yang beredar di Pelabuhan Tanjung Emas untuk arus balik sesi akhir Lebaran berhasil ditemukan, setelah muncul keluhan para penumpang yang mengkhawatirkan namanya tidak sama yang tercantum dalam tiket.

Menteri perhubungan R-I Ignasius Jonan mendapati banyak tiket siluman itu, saat melakukan pantauan arus balik sesi terakhir di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Senin dini hari (24/7).

Jonan yang semula hanya ingin menyapa para pemudik justru harus mendengar berbagai keluhan dari para penumpang, terutama terkait tiket yang meragukan dan banyak beredar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas.

Saat memeriksa tiket penumpang, Jonan terkejut karena mendapati data manivest tidak sesuai, nama yang tertera di tiket penumpang tidak sesuai dengan k-t-p mereka.

“Ketika ditanya dua penumpang  tiketnya asli kelihatannya, nama di tiket tidak sesuai dengan nama di ktp, saya Tanya lagi sudah di periksa, jawabnya juga sudah,” ujar Jonan.

Menurutnya, para poenumpang kapal itu memperoleh tiket dari hasil membeli dari para calo dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga normal.

25-Johan Tiket“Seharunya nama manives dengan ktp harus sama, jika  ada kejadian yang tidak diinginkan, untuk mengurus baik asuransi, data penumpang dan lainnya semakin sulit dilakukan,” tuturnya.

Kondisi itu, memdorong emosional Jonan yang langsung menegur direktur PT Pelni yang dinilai tidak bertanggung jawab, meski sudah dilakukan kroscek pencocokan nama, hal tersebut tetap tidak benar atau menyalahi SOP.

Sukasno seorang penumpang kapal, menuturkan rela harus membayar tiket seharga Rp350.000 dengan nama orang lain, meskipun pada tiket tertera harga hanya Rp199.000.

“Masalah harga tiket yang tertera Rp199.000, mungkin ini masih suasana lebaran ya kita ikuti saja, kalau tidak ya susah kita bisa tidak dapat tiket, mengingat di kawasan Pelabuhan tidak ada agen resmi, “ ujarnya

Sementara, Johan berencana akan menggelar pertemuan dengan Direktur PT Pelni dan melayangkan teguran secara tertulis. Jika masih di dapati temuan hal serupa di pelabuhan lain, tidak segan-segan akan menindak tegas atau bahkan tidak memberikan ijin operasi.(HN/RS)

 

119
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>