Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Tim Gabungan yang terdiri dari Tim BNN Provinsi Jateng, Tim Bea & Cukai Kanwil Jateng – DIY, Tim Kantor Bea & Cukai Kudus dan Tim Satresnarkoba Polres Jepara berhasil mengungkap kasus peredaran paket modus baru berisi Narkotika jenis ganja .

Kepala BNNP Provinsi Jateng Beny Gunawan mengatakan dari pengungkapan kasus itu, Tim Gabungan berhasil menangkap terhadap seseorang berinisial FES , 24, setelah menerima paket dari perusahaan jasa pengiriman yang di dalamnya berisi baju dan terdapat Narkotika jenis ganja seberat 6,1 gram.

Menurutnya, berawal dari informasi tentang adanya paket diduga narkotika berisi ganja dari Makasar ke Jepara, Tim gabungan berupaya melakukan operasi bersama dalam bentuk controlled delivery (pengiriman paket di bawah pengawasan petugas), Senin lalu (27/7).

“Sekitar pukul 12.38 WIB operasi dilakukan Tim gabungan di halaman rumah Sdr FES,  Pesajen Kelurahan Demaan RT 03 RW 04, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara hingga Tim Gabungan akhirnya berhasil penangkapan terhadap seseorang berinisial FES sesaat setelah menerima paket dari perusahaan jasa pengiriman yang di dalamnya berisi baju dan terdapat Narkotika jenis ganja seberat 6,1 gram,” ujarnya dalam siatan pers, Kamis (30/7).

Menurutnya, setelah dilalukan pengembangan, di dalam rumah tersangka berhasil disita ganja yang terbungkus aluminium foil dan ganja yang tersimpan di dalam toples.

Selain itu, lanjutnya, juga terdapat 2 paket brownis dan 3 paket cookies yang terbuat dari ganja dan siap untuk diedarkan. Kue brownis dan cookies tersebut dipasarkan lewat akun instagram 420_desseert dan menggunakan rekening bersama aplikasi jual beli online SHOPEE.

Dia menambahkan Narkoba jenis ganja dalam bentuk brownis/cookies ini merupakan modus baru yang ada di Jateng. Bahkan pengedar berkreasi dan memanfaatkan situasi Pandemi Covid 19 dengan melayani pembelian brownis/cookies secara online.

Beny menuturkan cara membuat brownis/cookies ganja ini, dari hasil pemeriksaan tersangka, ganja tersebut diekstrak dengan cara dimasak dengan margarine/butter dicampur air dan dipanaskan selama tiga jam menggunakan teflon di atas tungku kompor gas.

Setelah margarine/butter bercampur ganja mengeras dan terpisah dengan air, kemudian margarine/butter bercampur ganja dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Setelah membeku, margarine/butter bercampur ganja dicairkan lagi dengan cara dipanaskan lalu dicampur ke dalam adonan bahan roti yaitu tepung terigu, telor, gula dan coklat.

Kemudian adonan itu dicetak di dalam loyang dan dibungkus alumunium foil lalu dikukus di dalam mesin oven selama 30 menit. Setelah jadi brownis/cookies ganja siap dipasarkan seharga 1 paket Rp400.000 berisi 6 potong.

Produk brownis/cookies ganja tersebut dipasarkan lewat instagram ke Jakarta dan Semarang. Adapun efek dari brownis/cookies ganja tersebut 2 kali lebih terasa dibandingkan jika ganja tersebut dinikmati dengan cara dihisap (rokok).

Efeknya baru akan terasa 1 jam setelah brownis/cookies dikonsumsi. Bisnis ini sudah ditekuni selama 4 bulan dan tersangka mendapatkan keuntungan 50 % dari modal yang dikeluarkan. Tersangka mengaku belajar membuat brownis/cookies berbahan ganja dari youtube. (RS)

13
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>