Sebarkan berita ini:

11-Rokok IllegalPEKALONGAN[SemarangPedia] – Tim Gabungan berhasil menyita sebanyak 2.432 batang rokok illegal tanpa cukai yang beredar di pasaran, menyusul dilakukan operasi beberapa hari terakhir di wilayah Pekalongan.

Rokok illegal tanpa pita cukai itu berbagai merek dietmukan di sejumlah toko kelontong di Kota Pekalongan, Rabua (11/5).

Tim gabungan yang melakukan sidak di 12 toko kelontong yang tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan, ternyata berhasil ditemukan rokok illegal itu.

Tim terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pekalongan, Bagian Hukum Setda, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop) dan Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Pekalongan, Agung Jaya Kusuma Aji. mengatakan dalam operasi itu, tim berhasil menemukan ribuan rokok tanpa dilengkapi pita cukai yang dijual oleh salah seorang pedagang di Kelurahan Jenggot (Kecamatan Pekalongan Selatan).

Menurutnya, terdapat tiga merek rokok yang disita dalam operasi itu terdiri rokok merek New E Sillo sebanyak 2.128 batang, Surya Goong 21 sebanyak 288 batang dan Penyu Filter sebanyak 16 batang.

Selain itu, lanjutnya, tim juga menyita satu bungkus rokok dengan pita cukai yang sudah kedaluwarsa, tercatat pada 2009. Rokok polos tanpa pita cukai yang disita segera dimusnahkan.

Dia menuturkan tim gabungan melakukan operasi sebanyak empat kali dalam satu bulan. Sepanjang Januari hingga April tahun ini, dari operasi itu tim telah menyita sebanyak 936 batang rokok tanpa dilengkapi pita cukai.

Sementara sepanjang pada 2015, tim berhasil mengamankan rokok tanpa pita cukai sebanyak 10.320 batang.

Pemberantas Penyelundup KPPBC Tipe Pratama Pekalongan Sigit Aribowo menambahkan, operasi digelar secara rutin, sebagai upayauntuk mengantisipasi peredaran rokok ilegal dan mempersulit pergerakan peredaran rokok ilegal.

“Tingkat peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang belakangan ini semakin meningkat signifikan dari tahun ke tahun,” tuturnya.

 

335
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>