Sebarkan berita ini:

29-Sidak SembakoUNGARAN (SemarangPedia] – Tim gabungan Pemkab Semarang dan Polres Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Semarang, sebagai upaya mencegah terjadinya gejolak harga yang tidak wajar.

Dalam kegiatan pengecekan harga, ketersediaan dan kualitas bahan pangan, Bahkan Tim menemukan penjualan kembang api di dalam pasar dan penjualan sembako bercampur dengan daging.

“Tolong jangan berjualan kembang api di dalam (pasar) dan membahayakan bisa menimbulkan kebakaran, ,” tutur Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang Imum mengingatkan kepada pedagang kembang api di Pasar Bandarjo Ungaran.

Sidak dipimpin langsung Bupati Semarang Mundjirin, diikuti Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hardmiarso dan Wakil Bupati (Wabup) Semarang Ngesti Nugraha. Selain di Pasar Bandarjo,mereka melakukan pemantauan dan pengecekan di Pasar Suruh, Pasar Projo Ambarawa dan Pasar Karangjati.

Temuan penjualan kembang api maupun daging di los sembako tersebut langsung direspon oleh Kapolres Thirdy. “Kami mengharapkan tidak ada yang seperti itu, jualan kembang api di dalam pasar. Termasuk daging yang dicampur dengan sembako, ini tidak boleh. Harus ada pembinaan dari SKPD terkait,” tutur Thirdy.

Sementara di Pasar Suruh, Bupati Semarang Mundjirin meminta pedagang tidak memanfaatkan momentum Lebaran dengan menaikkan harga seenaknya. Jika memang ada kenaikan harga sebaiknya dilakukan wajar, tidak mengeruk keuntungan berlebih.

“Kami mengharapkan masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhannya untuk merayakan lebaran dengan mudah dan murah. Janganlah para pedagang berlebihan menaikkan harga,” tuturnya.

Wabup Kabupaten Semaranag Ngesti menambahkan tidak ditemukan daging maupun komoditas bahan pangan lain yang berkualitas rendah. Semuanya terpantau dalam kondisi bagus, termasuk untuk makanan kemasan, tidak ada yang kadaluarsa.

Dari sisi ketersediaan, stok bahan pokok masyarakat masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.  “Bahkan bisa untuk empat hingga lima bulan ke depan,” ujarnya.

Dari sisi harga, dia menilai masih dalam ambang wajar. Memang terdapat kenaikan, namun masih stabil tapi ada yang turun juga. Harga jual daging relatih masih rendah di Pasar Karangjati sebesar Rp95.000 per kilogram, di pasar lain dijual antara Rp110.000 hingga Rp115.000 per kilogram.

“Harga naik ada di telur, dari Rp17.000 per kilogram menjadi Rp19.500 ribu per kilogram. Cabai juga mulai naik Rp3.000. gula stabil, bawang merah naik Rp5.000, sedangkan harga beras stabil,” imbuhnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Sri Hartiyani menuturkan
sepanjang Juni tim terpadu telah menemukan daging yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

Awal Juni, di Pasar Pringapus ditemukan 1,7 Kg daging sapi dan 1,2 Kg daging ayam tidak layak konsumsi serta 6,7 kilogram daging thethelan berbau tidak sedap. 15 Juni di Pasar Kembangsari ditemukan 3,4 kilogram daging ayam tidak layak konsumsi serta di Pasar Projo Ambarawa ditemukan 6,8 kilogram daging ayam yang pemotongannya menyalahi aturan.

“Kami terus melakukan pengawasan ketat sehingga peredaran daging tak bermutu itu bisa ditekan. Bahkan sampai hari ini (kemarin) tidak ditemukan lagi,” ujarnya.

 

170
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>