Sebarkan berita ini:

_DSC9901SEMARANG [SemarangPedia] – Hasil SNMPTN 2016 yang saat ini menjadi polemik siswa SMAN 3 Semarang yang tidak lolos berlanjut dengan diadakannya pertemuan antara pihak sekolah, orang tua murid, Anggota DPR Komisi X, Dinas Pendidikan dan wakil walikota Semarang, di gedung Multimedia SMAN 3 Semarang, Kamis (12/5).

Pertemuan ini, sebagai upaya untuk mencari solusi agar tidak menimbulkan prasangka buruk kepada semua pihak, 380 siswa yang tidak lolos Jurusan IPA dan IPS dengan menggunankan sistem SKS input data nilai on/off dari beberapa mata pelajaran. Pertemuan tersebut yang berlangsung secara tertutup pada awak media yang meliput.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang memfasilitasi pertemuan ini mengatakan pertemuan antar sekolah dan orang tua siswa telah menghasilkan keputusan dan segera dibentuknya tim pencari kebenaran untuk mencari solusi dari para siswa yang tidak lolos SNMPTN.

“Tim terdiri dari pihak sekolah, pemkot dalam hal ini Diknas, 10 orang tua siswa dengan berbagai latar profesi seperi hukum dan IT, mereka akan mencari solusi yang terbaik dalam permasalahan ini,” ujarnya.

Ita sapaan akrab Wakil Walikota Semarang menuturkan Tim itu akan mencari bukti – bukti dilapangan untuk bisa menentukan kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah kesalahan ada pada IT SMAN 3 atau SOP, semua akan duduk bersama untuk mencari formula, hasil akan disampaikan ke Kemenristek Dikti untuk dijadikan pertimbangan apakah masih terbuka untuk penjaringan di SNMPTN.

“Diharapkan Tim akan memberikan solusi yang terbaik, meski kesempatan SNMPTN sudah tertutup dengan adanya ini kami akan menghadap Kemenristek Dikti untuk memberikan pertimbangan kebijakan bagi siswa SMA 3 untuk disetujui ada poin lebih diterima di SBMPTN,” ujarnya.

Seperti diketahui, dia menambahkan sistem input nilai SKS on / off baru diterapkan tahun ini di SMAN 3 Semaramg. Sedangkan sistem SKS sendiri sudah berjalan selama tiga tahun dan tidak ada kendala perihal kelolosan SNMPTN.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, Noor Ahmad mengatakan Tim Pencari Kebenaran memiliki dua misi, selain tim mencari kebenaran siapa dan dimana letak kesalahan yang ada, juga apakah salah pihak sekolah, sistem SOP atau panitia SNMPTN. Kedua menyelamatkan anak-anak yang memiliki potensi di SNMPTN akibat kesalahan yang ada.

“Tim segera bergerak lebih cepat lebih baik, untuk merumuskan hasil dikarenakan SBMPTN akan segera dibuka,” tuturnya.

Dilain pihak, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin meyanggupi dengan adanya polemik ini Dinknas Kota Semarang akan membantu semaksimal mungkin agar semuanya bisa mendapatkan hasil sesuai dengan harapan bersama.

“Kami memahami posisi anak-anak, Disdik akan membantu dengan memberikan bimbingan pendidikan gratis sepanjang anak-anak membutuhkan selama akan menghadapi SBMPTN,” paparnya.

96
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>