Sebarkan berita ini:

18-MOS1SEMARANG[SemarangPedia] – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan pemberlakuan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang sebelumnya masa orientasi siswa (MOS), diharapkan pengawasan terhadap perpeloncoan atau instruksi lainnya yang tidak edukatif dari pihak sekolah semakin ketat.

Menurutnya, untuk menekan praktek perpeloncoan yang dulu sering terjadi di MOS, pihaknya telah menurunkan semua tim pengawas untuk memantau PLS di wilayah masing-masing.

“Kami sudah turunkan tim. Semua pengawas sekolah hari ini keliling wilayahnya. Pejabat struktural juga keliling sekolah. Insya Allah kalau berjalan efektif, perpeloncoan tidak ada. Perintah aneh-aneh yang tidak edukatif, seperti pakai topi atau tas yang tidak layak, dilarang keras,” ujarnya saat mengantarkan putranya sebagai siswa baru di SMPN 2 Semarang, Senin (18/7)

Kreativitas peserta didik, dia menambahkan dapat dikembangkan melalui keterampilan prakarya yang akan diberikan secara formal melalui pendidikan seni bukan melalui perpeloncoan.

Sebelumnya, Wakil Walikota Semarang  menginstruksikan kepada kepala sekolah SMA dan SMP di wilayahnya melalui Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak melakukan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau sejenisnya dengan cara perploncoan yang tidak wajar.

Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wakil Walikota Semarang mengatakan, perpeloncoan yang kerapkali mewarnai MOS yang dilakukan tidak wajar sangat merugikan siswa, lebih baik diganti dengan kegiatan yang positif. (RS)

 

246
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>