Sebarkan berita ini:

23-Sidang1SEMARANG[SemarangPedia]  – Tim penyidik Polrestabes Semarang menarik tiga saksi dalam dugaan kasus penggelapaan uang Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (YTITD) Grajen pada sidang gugatan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (23/6).

Kuasa hukum pemohon, Petrus Balapattiona meminta ketua majelis hakim menarik keluar tiga saksi dari persidangan, karena berada di dalam ruang sidang secara bersamaan dan mendengar keterangan saat saksi ahli hukum pidana asal Universitas Wahid Hasyim Semarang, Mahmutarom.

Ketiga saksi itu terdiri Yani Ekowati, Budi Setiawan dan Djohan Gondokusumo.

Menurutnya, saksi fakta tidak diperkenankan berada dalam persidangan secara bersamaan dengan saksi lain. Sebagaimana diatur dalam pasal 160 KUHP tentang alat bukti saksi. Pasalnya, keterangan saksi tidak lagi independent.

“Saksi harus berada di luar ruangan dan tidak diperkenankaan bersamaan mendengar saksi lain saat memberikan keterangan, karena dikhawatirkan keterangan saksi tidak obyektif dan terpengaruh,” ujarnya, Kamis. (23/6)

Semestinya, lanjutnya, saksi termohon memberitahukan lebih dulu kepada majelis hakim. Sebagaimana di atur dalam hukum acara pidana saksi tidak diperkenankan mendengarkan keterangan saksi lain maupun mendengarkan keterangan saksi ahli.

“Secara normatif ini dilarang dalam hukum acara pidana. Fatal jadinya bila saksi yang menjadi alat bukti berada di ruangan sidang,” tuturnya.

Menanggapi dalih pemohon, Ketua Majelis Hakim Pujo Unggul bimbang mengeluarkan para saksi yang berada di dalam ruangan sidang untuk memberikan keterangan.

“Kami juga tidak memahami kalau para saksi yang akan menjadi saksi berada di dalam ruangan sidang dan mendengarkan keterangan saksi ahli. Kalau sesuai normatifnya memang dilarang,” ujarnya.

Dia justru melemparkan kepada kuasa hukum pemohon, agar dimintakan toleransi memberikan keterangan saksi. Sebab, tujuan hukum pidana sejatinya mencari kebenaran.

“Kita mencoba, dari hukum pidana adalah mencari kebenaran yang sejati. Kami memberi kelonggaran atas masalah ini, nanti kami akan menimbang dan memilih, normatifnya bagaimana,” tuturnya.

Ketiga saksi fakta yang terancam dikeluarkan dari ruangan sidang oleh majelis langsung dibantahkan kuasa hukum termohon Setyo Budi.

“Tadi masih saksi ahli dan para saksi belum melakukan penyumpahan kesediannya menyampaikan, mendengarkan dan penglihatannya,” ujar Setyo Budi.

Sidang yang akhirnya tidak menemukan kesepatan para saksi ahli, diminta majelis hakim agar merundingkan kembali sambil menutup palu sidang. Alhasil, sidang dilanjutkan kembali dan akhirnya memutuskan ketiga saksi dicabut pihak termohon.

Sementara, sidang gugatan pra peradilan dengan agenda kesimpulan ditunda pada 24 Juni 2016 besuk Jumat. (RS)

177
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>