Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Solikun Ketua Tim Sukses  (Timses) Amir Machmud NS salah satu kandidat yang siap mengikuti pemilihan Ketua PWI Jateng dalam Koferenprov PWI Jateng yang akan digelar 18 September mendatang, akan diproses secara hukum dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap jurnalis senior Gunawan Permadi (GP).

Solikun diduga  melanggar UU ITE dengan beberapa tuduhan terhadap GP, di antaranya melakukan kecurangan dalam proses pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng.

Kuasa Hukum GP, Rangkey Margana mengatakan, segera melaporkan Solikun ke pihak yang berwajib. Pihaknya mengaku telah mengantongi bukti yang cukup sebagai syarat untuk melaporkan.

“Bukti-bukti sudah kami kumpulkan semua. Ada 5 lembar bukti surat. Itu sudah cukup sebagai syarat untuk melaporkan,” ujarnya Rankey saat ditemui Selasa (15/9).

Rangkey menjelaskan Solikun akan dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan. Selain itu, timses Amir Machmud itu juga akan dilaporkan atas fitnah melalui media sosial atau media masa.

“Perlu diketahui, UU ITE ini mengandung ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara dengan denda Rp 750 juta. Jika nanti kita melangkah, itu sanksi yang akan kita terapkan kepada saudara Solikun,” tuturnya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, bisa didalami apakah Solikun bertindak atas kehendak sendiri atau ada orang lain yang menyuruh. Menurutnya, jika ada orang lain dibalik pencemaran nama baik itu maka bisa dilibatkan. Ditanya perihal itu, GP mengatakan semuanya sudah diserahkan ke kuasa hukum.

“Ini perkara penegakan hukum. Sudah saya serahkan ke kuasa hukum,” ujar Gunawan.

Dalam kaitan pemberitaan, GP telah menempuh klarifikasi hak jawab dan laporan ke Dewan Pers. “Dalam kaitan tindakan pelaku, saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Amir Machmud NS Solikun saat dikonfirmasi belum dapat tersambung. Ketika dihubungi melalui telepon, Solikun belum bersedia mengangkat untuk menjawab,  meski melalui Whashapp telah menjawab ‘ada apa mas, kemudian konfirmasi selanjutnya tidak dijawab.

Setelah ditunggu beberapa saat, lalu dihubungi untuk beberapa kali, namun tidak diangkat. Karena tak kunjung menjawab, kemudian konfirmasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan melalui WhatsApps kembali semarangpedia lakukan. Namun tetap saja tak kunjung dijawab hingga berita ini diturunkan. (RS)

80
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>