Sebarkan berita ini:

31-tpksSEMARANG[SemarangPedia] –  Manajemen Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) terus berupaya memperbaiki sejumlah fasilitas dan menambah peralatan berat serta memperpanjang dermaga di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Erry Akbar Panggabean mengatakan perbaikan dan penambahan peralatan berat itu dilakukan, sekaligus untuk memperlancar arus bongkar muat kontainer dan mendorong kelancaran aktivitas para eksportir maupun importir  yang diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk di pasar Internasional.

Semua fasilitas TPKS, lanjutnya, hampir keseluruhannya sudah dimodernisasi, selain penambahan alat berat container crane, juga perluasan depo kontainer serta perpanjangan dermaga.

“Peralatan berat untuk container crane dari lima unit menjadi tujuh unit, sehingga secara paralel bisa melayani tiga kapal sekaligus dan tidak ada waktu tunggu, baik bagi kapal-kapal kontainer baik kapal yang mlayani angkutan internasional maupun domestik,” ujarnya.

Menurutnya, dermaga kini juga telah diperpanjang mencapai 600 meter dan areal petikemas diperluas hingga 5,3 hektare (ha) dengan lokasi agak menjorok ke laut yang diharapkan mampu  meningkatkan aktivitas bongkar muat petikemas ke depan.

Kapasitas bongkar muat di TPKS, dia menambahkan  saat ini mencapai 800.000 TEUs. Sementara pemanfaatannya baru sekitar 600.000 TEUs atau masih ada sekitar 200.000 TEUs yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha ekspor-impor.

Kondisi tersebut, lanjutnya, para pengusaha tidak perlu mengirim barang melalui pelabuhan lain, karena sarana prasarana serta infrastruktur Pelabuhan Tanjung Emas kini sudah modern dan cukup memadai.

“Pengusaha tidak perlu khawatir, karena Infrastruktur Pelabuhan Tanjung Emas itu kini sudah lebih baik, tidak ada genangan rob maupun banjir, bahkan di lingkungan pelabuhan ini bisa dikatakan sudah menjadi kawasan kering, meskipun ada peningkatan ketinggian air laut, tapi dengan sistem polderisasi mampu mengatasi permasalahan tersebut,” paparnya.

Dia menuturkan TPKS tahun ini menargetkan arus bongkar muat petikemas mencapai sebanyak 658.000 Twenty Foot Equivalent Unit (Teu,s), menyusul perpanjangan dermaga dan perluasan areal penumpukan kontainer itu telah dioperasikan.

Aktivitas bongkar muat petikemas hingga akhir tahun ini di TPKS bakal mencapai sebanyak 658.000 Teu,s, setelah penambahan sejumlah fasilitas dioperasikan dan optimis bisa terlampui, mengingat kapasitas dermaga kini mampu menampung tiga unit kapal sekaligus.

Bongkar muat dengan tiga kapal sandar sekaligus sudah dilakukan beberapa waktu lalu, saat kapal  MV Everpride (Evergreen, 182m LOA-17.887 GT), MV Northern Diamond (Maerskline, 231m LOA-36.007 GT), dan Meratus Sibolga (Meratus-line, 98m-3.256 GT) merapat secara bersamaan di dermaga TPKS.

“Aktivtas bongkar muat tiga kapal sekaligus untuk pertama kalinya sejak TPKS berdiri pada 200, karea seblumnya hanya mampu menampung satu unit kapal,” tuturnya.

Menurutnya, tiga kapal yang bersandar itu, satu unit di antaranya bobot DWT-nya cukup besar dan memilik badan terpanjang dari selama ini kapal-kapal yang bersandar sebelumnya.

Kapal milik  perusahaan pelayaran Maersk tersebut  memiliki panjang mencapai 231 meter dan berkapasitas bobot 36.007 Gross Tonnage.

“Sejauh ini semua aktivitas arus bongkar muat di TPKS berjalan lacar. Bahkan dengan fasilitas tambahan baru ini TPKS juga menjadi Zero waiting time, dengan kapal bisa segera masuk ke window berthing tanpa menunggu antrean dulu di kolam (dam) di luar pelabuhan,” ujarnya. (RS)

245
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>