Sebarkan berita ini:

20-  Siswa Penerbang 1SEMARANG[SemarangPedia] – Pusat Pendidikan Penerbangan TNI Angkatan Darat di Semarang melakukan upacara kelulusan 17 siswa penerbang TNI Angkatan Darat dengan proses tradisi kelulusan pun unik, karena dalam salah satu tradisi, para siswa dimandikan dengan menggunakan oli pelumas helikopter.

Menurut Kolonel Cpn Suprapto S,E Komandan Pusdik Penerbad Semarang Ke 17 siswa dinyatakan lulus sebagai seorang Penerbang Angkatan Darat, setelah menempuh seleksi dan pendidikan penerbangan selama satu tahun, serta menyelesaikan tes terakhir yaitu terbang solo dengan menggunakan helikopter tanpa didampingi instruktur.

“Para siwa pendidikan dasar penerbangan masih 23 jam baru mencapai 25 persen dan  kedepan ditargetkan terbang 80 jam, para siswa masih perlu belajar lagi,” ujarnya, Jumat. (20/5)

Sementara itu, menurut Sertu Andre  Anggota Siswa penerbang TNI Angkatan Darat yang telah dinyatakan lulus mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Corp Wira Amur.” Kami bangga dari nol tidak bias pegang pesawat hingga bisa terbang dengan pegang pesawat sendiri tanpa didampingi instruktur”, tuturnya

Sertu Andre   mengatakan bersama 16 rekannya berhasil lulus salah satu bagian dari ketelatenan para pelatih dengan sabar mendidik mereka hingga bisa terbang.

Dalam tradisi kelulusan para Penerbang Angkatan Darat yang juga dikenal sebagai Corps Wira Amur melakukan sejumlah rangkaian. Tradisi pertama, Komandan Pusdik Penerbad Semarang dan para perwira memecahkan telur dikepala para siswa, sebagai simbol telah lahirnya para siswa ini sebagai penerbang baru.

Setelah memecahkan telur, para siswa kemudian dimandikan air kembang sebagai symbol, penghilang aura negative. nah tradisi selanjutnya ini bisa dibilang unik, dimana para siswa dimandikan dengan menggunakan oli pelumas mesin helicopter, yang disiramkan melalui kepala yang kemudian membalur seluruh tubuh siswa.

Pemandian siswa dengan menggunakan oli ini sendiri memiliki makna supaya siswa kedepan tidak lagi merasa jijik jika harus berurusan dengan mesin helikopter, dan mampu merawatnya dengan baik.

Tradisi kemudian diakhiri dengan proses penangkapan ikan yang dilakukan oleh para siswa, sebagai simbol penghormatan atas kesabaran para pelatih dan instruktur selama mengajar para siswa. (HN/RS)

 

383
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>