Sebarkan berita ini:

Jpeg

SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan pekerja PT Nyonya Meneer masih terus mengantre untuk mengambil gaji di Jl Raden Patah Semarang, setelah sebelumnya mereka berjuang dengan menggelar aksi keprihatinan dan tidur di tenda selama sebulan di depan pabrik jamu tradisional itu di Jln Kaligawe

Pengambilan gaji untuk Juni 2016 dan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran lalu,  merupakan bagian dari hasil kesepakatan antara manajemen, perwakilan pekerja dan difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Jateng, pada akhir Juni lalu.

“Hasil kesepakatan itu harus dipenuhi, meski kondisi finansial perusahaan dalam kondisi sulit, namun manajemen perusahaan tetap berkomitmen membayar gaji pekerja secara bertahap,” ujar Ernawati bagian HRD PT Nyonya Meneer didampingi Humas Regina Tantra, Jumat (22/7).

Menurutnya, gaji untuk pekerja harian lepas diutamakan dengan dibayar 100% dengan jumlah pekerja 836 orang, sedangkan gaji pekerja bulanan dan staf dibayarkan 50%.

“Kami mengharapkan seluruh kewajiban perusahaan seperti yang tertuang dalam kesepakatan bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

Secara keseluruhan, dia menambahkan pembayaran untuk gaji pekerja yang tertunda beberapa bulan terakhir ini akan diusahakan dengan total nilai sebesar Rp 4 miliar.

Sebelumnya selama satu bulan para buruh Nyonya Meneer itu berjuang dengan menggelar aksi keprihatinan dan rela tidur di tenda di depan pabrik di Jln Kaligawe Semarang.

Para buruh yang sebagian besar perempuan itu bergiliran tidur di tenda hanya untuk memperjuangkan hak mereka menuntut pembayaran gaji selama lima bulan berjalan dan uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dibayarkan perusahaan.

Pekerja pabrik jamu yang sudah bekerja rata-rata di atas 25 tahun itu, tidur di tenda secara bergiliran dengan membagi per kelompok, setiap kelompok terdiri 50 orang. Sementara total pekerja mencapaai sebanyak 1.200 orang.

“Kami tetap mengharapklan ada realisasi pembayaran penuh hak pekerja, meski harus rela menjalani tidur di tenda,” ujar Yuni seorang pekerja PT Nyonya Meneer itu.

Aksi beberapa waktu lalu itu tidak hanya tidur di tenda, tetapi mereka sempat memblokir Jl Raden Patah untuk menyampaikan aspirasinya. Bahkan beberapa kali mendatangi Kantor Gubernuran untuk memohon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dapat memfasilitasi pertemuan pekerja dengan manajemen perusahaan tersebut.

 

143
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>