Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang  menggelar ‘’Wisuda Maya’’ face tracking animation (animasi pemindai wajah). Prosesi wisuda  akan  diikuti 1.661 orang wisudawan.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg mengatakan dari sejumlah wisudawan itu delapan orang akan diwisuda sebagai doktor (S-3), 51 orang magister (S-2) , 1.533 sarjana (S-1) dan 69 otang Ahli Madya (D-3).

“Upacara wisuda tetap kami selenggarakan meski dengan cara yang luar biasa, yakni virtual. Face tracking animation atau animasi pemindai wajah menjadi pilihan kami,” ujar Prof Taufiq usai pengambilan shooting wisuda dengan metode Face Tracking Animation di kampus UIN Walisongo Semarang, Rabu (5/8).

Menurutnya, belum banyak kampus perguruan tinggi yang menggunakan model ‘’wisuda ghaib’’ seperti ini, saat ini baru Unika Soegijopranoto Semarang dan UIN Walisongo. Selain dibutuhkan biaya besar, dibutuhkan ahli IT yang canggih dengan peralatan yang memadai.

Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjutnya, berbagai ikhtiar dilakukan perguruan tinggi untuk mengikuti protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, memakai handsanitizer dan menghindari kerumunan banyak orang (social distancing, physical distancing).

Selain perkuliahan dilakukaan secara daring atau online, upacara wisuda yang biasanya ingar bingar dengan kehebohan banyak orang diganti dengan banyak model.

Dia menambahkan pandemi Covid memaksa memunculkan berbagai kreativitas dan ide-ide yang tidak pernah terbayangkan dalam situasi normal. Wisuda ke-78  UIN Walisongo yang dilakukan melalui proses animasi secara face tracking animation ini digelar pada hari Kamis (6/8).

Dalam menggelar kegiatan ini, tutur Imam Taufiq, UIN Walisongo Semarang menjalin kerja sama dengan Dream Light Wordl Media untuk menggarap wisuda model ini. Meski melalui prosesi wisuda dari rumah masing-masing, namun wajah wisudawan dapat hadir lewat visualisasi video bersamaan proses wisuda.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan,  Dr HM Mukhsin Jamil Mag menuturkan momentum wisuda virtual ini adalah bagian dari penerapan transformasi digital yang sudah ada di UIN Walisongo.

“Namun baru efektif pelaksanaanya setahun ini. Karena dengan adanya pandemi ini mau tidak mau kami harus melakukan transformasi digital seperti itu,” tuturnya. (SMH/RS)

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>