Sebarkan berita ini:

Robot SeniSEMARANG[SemarangPedia] – Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional Tiga yang digelar di Auditorium  Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dikuti sebanyak 31 universitas se Jawa Tengah,DIY dan Kalimantan.

Kontes yang digelar Sabtu (23/4) itu cukup unik tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini peserta harus membawakan penari Topeng Betawi.

Sebanyak 31 perguruan tinggi itu, merupakan tim yang telah lolos dari seleksi tahap I di provinsi masing-masing dengan mengikuti lima kategori terdiri Kontes Robot ABU Indonesia, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Seni Indonesia, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia dan Ekshibisi Sepak Bola Beroda.

Wahidin Wahab Ketua Dewan Juri KRI 2016 mengatakan KRI 2016 diselenggarakan dalam empat Wilayah Tingkat Regional, yang mencakup Regional Satu meliputi wilayah Sumatera dan sekitarnya,

Sedangkan Regional Dua meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan sekitarnya, Regional Tiga meliputi Wilayah Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya Regional Empat meliputi Jawa Timur dan sekitarnya.

Setiap tahun kontes ini digelar, lanjutnya, namun temanya semakin rumit dan memaksa peserta memikirkan ide dan kreativitas untuk menerapkan ilmunya agar diaplikasikan kedalam robot.

“Kali ini peserta ditantang semakin serius mendesain robotnya untuk mmenuhi dalam kontes itu,” ujarnya.

Dia menuturkan setiap kontes yang diahruskan membawakan seni tradisional Indonesia itu, sebagai upaya untuk mengenalkan seni budaya Indonesia sendiri.

”Tim Juri dalam penilaian meliputi ketepatan gerak yang ada enam macam gerak dari tarian pembuka dan penutup sampai singkronisasi musik dan keluwesan gerak,” tuturnya.

Kegiatan kontes itu, dia menambahkan diharapkan kalangan mahasiswa yang merupakan harapan bangsa bisa mendalami teknologi dalam pendidikan khusus, di antaranya cara mengaplikasikan semua teknologi dalam kontes robot.

Bagi pemenang dari Kontes Regional akan diundang untuk diikutsertakan dalam Kontes Robot Tingkat Nasional pada tanggal 1-4 Juni 2016 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya(PENS).

“Kemungkinan pemenang tingkat nasional juga akan diajukan mengikuti tingkat internasional di berbagai Negara,” ujarnya.

81
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>