Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Dua Guru besar baru Universitas Diponegoro(Undip), Prof Dr Agus Maladi Irianto M.Hum dan Prof Dr Yety Rachwulaningsih M.Si resmi dikukuhkan pada pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Gedung Prof Soedarto SH Tembalang, Semarang, Sabtu. (25/3)

Berdua menjadi guru besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Prof Dr Agus Maladi Irianto M.Hum merupakan pria kelahiran Wonosobo 4 Agustus 1962 yang menepuh pendidikan SI bidang Sastra Indonesia Fakultas Sastra Undip pada 1981.

Pria yang berdomisili di Lamper Tengah ini menempuh studi S 2 dan S 3 di bidang ilmu Antropologi Universitas Indonesia.

Sejumlah organisasi, karya ilmiah, maupun pengabdian masyaratkat telah diwujudkan pria yang menjadi Ketua Program Studi Ilmu Susastra Undip ini,  di antaranya masih aktif menjadi pembina Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Forum Komunikasi Media Kesenian Jawa Tengag (FKMITRA) dan penangunggjawab Laboratorium slSeni dan Kebudayaan Lengkong Cilik.

Salah satu penelitiannya yang terkareditasi dan masuk pada jurnal nasional adalah Komoditas Budaya Di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Tradisional Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah dimuat di jurnal Theilogia.

Selain itu, sejumlah kegiatan kesenian dan kepenulisan sastra juga pernah diembannya. Mulai menjadi sutradara pertunjukan teater Bila Malam Bertambah Malam tahun 2010 dan Menyutradarai film Fisi berjudul Ayah tahun 2016

Sementara Prof Dr Yety Rachwulaningsih M.Si merupakan wanita kelahiran Sragen 5 Juni 1961 yang menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Sejarah FIB Undip, S2 dan S3 di Program studi Sosiologi Pedesaan Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB)

Yety adalah dosen Sosiologi dan Metodologi Penelitian Sosial S1 Ilmu Sejarah serta Sosiologi Pembangunan di Program S2 Ilmu Sejarah Undip.

Beberapa hasil penelitian yang dibuat wanita yang aktif dalam kegiatan pengembangan dan pemberdayaan petambak garam dan tim pakar Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia telah dipublikasikan pada jurnal nasional.

Salah satunya hasil penelitian Petani Garam dalam Jeratan Kapitalisme ; Land Tenure Transformation In a Remote Island : A History Sociology Prespective; Pendekatan Sosiologi Sejarah Komoditas  Garam Rakyat: Dari Ekspor Menjadi Impor.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama dalam sidang senat terbuka mengataka  bertambahnya guru besar tersebut Undip akan menjadi semakin hebat dalam membuktikan kualitasnya.

“Sosok guru besar adalah pangkat tertinggi dalam pendidikan yang telah teruji dan diakui oleh pemerintah, maka dari itu harus dijaga profesionalisme,” ujarnya.

Dia mengharapkan dengan bertambahnya guru besar tersebut dapat memgembam amanah dalam menyalurkan ilmu pengetahun dan pengalaman kepada mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya

“Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip ke depan juga akan membuka program S3 sejarah dan satu-satunya di Jateng dan Yogyakarta,” tuturnya. (RS)

 

240
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>