Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) melepas lima mahasiswa dan satu  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Aptik Peduli Mentawai (APM).

Mereka akan bergabung dengan enam perguruan tinggi dalam Asosiasi Pergutuan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia di antaranya Unika Atma Jaya Jakarta, Universitas Katolik Parahyangan (Bandung), Universitas Katolik Soegijapranata (Semarang), Universitas Katolik Widya Mandala (Surabaya), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), Universitas Santo Thomas (Medan) dan  Unika Musi Charitas (Pelembang) .

Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr Berta Bekti Retnawati MSi mengatakan kegiatan KKN diadakan oleh APTIK dalam rangka membantu memulihkan kondisi warga Mentawai pasca tragedi Tsunami, yang menimpa warga beberapa tahun silam.

“KKN Aptik Peduli Mentawai tahun ini sudah memasuki periode tiga kali penerjunan,” ujarnya, Rabu (4/7).

Menurutnya, KKN APTIK Mentawai adalah salah satu bentuk kepedulian perguruan tinggi untuk ikut bersama-sama dengan berbagai pihak membantu memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan potensi-potensi daerah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

“Kegiatan itu, diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dan mereka juga dapat belajar dari kehidupan masyarakat sebagai bekal bila nanti sudah menyelesaikan studinya dan hidup bersama masyarakat,” tuturnya.

Mahasiswa, lanjutnya, terpilih program KKN ini akan mendapat mengalaman hidup luar biasa dengan menghayati dan mengimplementasikan nilai dan semboyan Unika Soegijapranata yakni Talenta Pro Patria et Humanitate (Talenta terbaik dipersembahkan untuk bangsa dan kemanusiaan).

Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Rudy Elyadi memberikan informasi tambahan bahwa KKN bersama ini merupakan kelanjutan dari KKN sebelumya yang sudah dimulai pada APM 1 pada Juli 2017, APM 2 pada Desember 2017.  Program kerja APM 3 merupakan kelanjutan dari program kerja sebelumnya, yang difokuskan pada Pengembangan Rumah Belajar sebagai tempat untuk masyarakat belajar berbagai hal atau pengetahuan.

Program penguatan ekonomi, dia menambahkan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat dan lingkungan untuk dikembangkan yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dan dikelola oleh masyarakat.

Sementara Program Penataan Sanitasi Lingkungan untuk air bersih dan pemanfaatan air sungai untuk pembangkit listrik. Mahasiswa yang terlibat dalam KKN APM 3 ini adalah mahasiswa pilihan dari sejumlah mahasiswa yang sangat berminat dalam program ini.

Dia menuturkan untuk mendukung progam tersebut Unika mengirimkan mahasiswa dari Teknil Elektro, Teknologi Pangan, Arsitektur, Psikologi dan Ekonomi serta dosen pembimbingan lapangan dari Teknik Sipil.

”Minat mahasiswa untuk ikut KKN APM 3 sangat tinggi karena mempertimbangkan banyak hal, panitia memberikan kuota hanya dipilih lima mahasiswa. Mahasiswa yang dikirim sudah melalui seleksi yang ketat dan mempertimbangkan program kerja APM-3 yakni kemampuan dalam berkomunikasi, berpikiran terbuka, memiliki semangat pengabdian pada masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan KKN ini, tutur Rudy, dimulai pada l 2 Juli 2018 sampai dengan 5 Agustus 2018. (RS)

54
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>