Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan terus kembangkan sektor agribinis dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani Mandiri di Kelurahan Cepoko, Gunungpati Semarang dalam diversivikasi olahan buah-buahan lokal.

Langkah itu dilakukan karena selama ini, Cepoko dikenal dengan kebun buahnya yang menghasilkan jambu dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat di daerah itu.

Kepala Pusat Kependudukan dan Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Dr Nana Kariada mengatakan meningkatkan nilai jual produk agribisnis, diberikan pelatihan diversifikasi olahan pangan dari bahan baku buah lokal itu, kepada kelompok wanita tani mandiri Cenpoko.

“Apalagi di wilayah Cepoko juga memiliki susu sebagai potensi lokal hingga diharapkan dengan pelatihan itu, kelompok wanita tani di Cepoko bisa mengolah menjadi pie susu, cake tape susu, bolu pelangi jambu, hingga chiffon cake orange yang juga bisa dipasarkan secara luas,” ujarnya, Jumat. (12/1)

Menurutnya, Unnes bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selaku pemangku wilayah dan tidak hanya berhenti di pelatihan ini, namun akan berikan pendampingan mengenai pemasaran produk olahan buah lokal itu.

Ketua Tim Pengabdi Unnes Prof Etty Soesilowati menuturkan program pemberdayaan masyarakat itu, merupakan upaya mengembangkan potensi Gunungpati sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

“Pada 2017, Kelurahan Cepoko juga memiliki tema khusus Kebun Buah Cepoko (Kebuce). Ya, ini sebagai sinergi Unnes dengan program kampung tematik yang digarap Pemkot Semarang,” tuturnya.

Program pengabdian Unnes, dia menambahkan  tidak hanya berhenti pada pelatihan diversifikasi, tetapi akan terus berkelanjutan hingga kegiatan pemasaran dan penjaringan mitra untuk mengembangkan potensi yang ada.

“Langkah upaya itu sebagai bentuk hilirisasi riset yang kemudian diaplikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian. Kami akan terus berikan pendampingan kepada kelompok wanita tani di Cepoko,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani Mandiri di Cepoko, Ismiyati mengatakan pelatihan diversifikasi olahan produk buah lokal itu, sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan anggotanya.

“Sudah terdapat 18 anggota KWT Mandiri yang mendapatkan pelatihan diversifikasi dan tentunya mereka bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk berwirausaha memanfaatkan potensi lokal,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, hasil olahan buah-buahan lokal itu bisa dipasarkan di Kebun Buah Cepoko yang akan semakin memperkaya produk buah lokal yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat setempat. (RS)

25
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>