Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Perkembangan dunia farmasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif hingga diharapkan dapat mendukung program pemerintah, Indonesia Sehat 2025.

Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof Noor Achmad kompetensi dan SDM apoteker perlu terus dijaga dan ditingkatkan yang diharapkan mampu mendukung mendukung program pemerintah, Indonesia Sehat 2025.

“Dalam mendukung program Indonesia Sehat 2025, perlu dilakukan penguatan di berbagai sektor, termasuk dari sisi apoteker, sehingga jangan ada persoalan tentang obat. Misalnya salah memberikan obat kepada pasien ataupun konsumen,” ujarnya dalam pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XIV 2019, yang diikuti 79 lulusan Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) di Hotel Grasia, Kamis (17/10).

Menurutnya, apoteker merupakan profesi terhormat, bahkan di luar negeri, pekerjaan tersebut menjadi salah satu dari tiga sektor yang paling dihormati. Penghargaan yang didapat pun cukup tinggi.

“Seorang apoteker di Amerika Serikat, itu gaji setahunnya hampir Rp1,5 miliar. Tentu saja ini didukung dengan kompetensi dan SDM yang mumpuni untuk bisa terjun di profesi tersebut,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, Fakultas Farmasi Unwahas juga terus berupaya meningkatkan kompetensi lembaga, termasuk dalam upaya meraih Akreditasi A dalam 2020. Bahkan salah satu sektor yang cukup sulit di bidang farmasi, yakni ketersediaan dosen dengan kualifikasi S2 Farmasi.

Sementara minat masyarakat untuk memperadalam ilmu farmasi cukup tinggi, contohkan pada penerimaan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unwahas 2019/2020, tercatat ada sebanyak 600 orang pendaftar, namun hanya ada 80 kursi yang tersedia.

“Untuk itu, apoteker lulusan Unwahas merupakan orang-orang pilihan, karena untuk bisa masuk saja harus menjalani proses seleksi ketat. Di negara-negara maju, apoteker menjadi salah satu profesi unggulan daripada yang lain. Maka berbahagialah kalian yang memilih profesi apoteker,” ujarnya.

Dia menuturkan agar para apoteker yang baru saja diambil sumpah untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat. Silakan setelah ini mau buka praktik di mana, sudah bisa.

Pengambilan sumpah apoteker tersebuta dipimpin Rektor Unwahas Prof Mahmutarom, sebagai pimpinan dewan sidang dengan anggota di antaranya Dekan Fakultas Farmasi Aqnes Budiarti SF MSc, Kaprodi Profesi Apoteker (PSPA) Risha Fillah Fitria MSc Apt, perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri SSi Apt, serta perwakilan Komite Farmasi Nasional (KFN) Drs Bambang Triwara. Dalam kesempatan tersebut calon apoteker juga disumpah oleh KFN. (RS)

 

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>