Sebarkan berita ini:

27-usaidYOGYAKARTA[SemarangPedia] – Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) menggelar pelatihan kepada puluhan fasilitator nasional dari tujuh provinsi (Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan).

Dalam kegiatan tersebut, para fasilitator diberikan materi kemampuan mengamati dan mengidentifikasi kekuatan dan masalah dalam pembelajaran, termasuk memikirkan alternatif pemecahan masalah dan menerapkannya dalam kegiatan pendampingan kepada guru.

Kegiatan iitu, dilaksanakan di Yogyakarta selama enam hari yang dibagi dua angkatan untuk fasilitator pembelajaran SD/MI dan SMP/MTs, yang berakhir Sabtu lalu. (24/9)

“Banyak fasilitator yang masih sulit menemukan hal-hal baik dan masalah dalam proses pembelajaran yang mereka dampingi, kesulitan memberi masukan untuk perbaikan pembelajaran. Untuk itu kami melatih fasilitator untuk mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sebuah pembelajaran, serta melakukan pendampingan terhadap guru dari hasil pengamatannya,” ujar Stuart Weston Direktur Program USAID PRIORITAS dalam rilisnya yang diterima  semarangpedia.com, Selasa. (27/9)

Pada pelatihan tersebut, lanjutnya, peserta dilatih melakukan pengamatan proses pembelajaran melalui tayangan 7-8 video, selanjutnya membahas kekuatan atau permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran pada video.

“Selain itu, mereka mendiskusikan pemecahannya yang dipandu beberapa pertanyaan. Hasil temuan kekuatan dan permasalahan pembelajaran dalam kelompok kecil dibagi di kelompok pleno,” tuturnya.

Fasilitator, dia menambahkan juga dibekali dengan keterampilan melakukan pendampingan dengan pertanyaan-pertanyan menggali agar guru menjadi praktisi yang reflektif.

Para fasilitator nasional ini akan melatih fasilitator kabupaten/kota melalui ToT provinsi, kemudian akan melatih lebih dari 1.000  fasilitator daerah yang dipersiapkan untuk melatih para guru sekolah mitra melalui forum KKG atau MGMP.

Mereka para fasilitator yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas yang selama ini konsisten menerapkan pembelajaran aktif itu, diharapkan senantiasa mengembangkan komunitas belajar secara terus menerus.

Bila hal itu dilakukan konsisten, lanjutnya, maka guru akan menjadi pembelajar sepanjang hayat dan terjadi perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. (RS)

117
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>