Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pempek, makanan khas Palembang Sumatera Selatan memilik beragam jenis bentuk dan sangat menarik serta dikenal lezat rasanya.

Sudah banyak penggemar kuliner pasti tahu nama Pempek Kapal Selam. Jenis makanan yang berbahan dasar daging ikan yang digiling lembut dalam adoanan tepung kanji ini, memang sangat familiar di kalangan pecinta kuliner.

Selain itu, ada jenis Pempek Lenjer atau Pempek Gelondongan yang adonannya dibentuk pemanjang mirip kerupuk basah.

Ada juga Pempek Adan yang dibentuk seperti bola – bola dan Pempek Kulit yang terbuat dari kulit ikan, sehingga terksturnya kenyal.

Meski nama jenis pempek tersebut sudah paten, namun di pikiran Yofve Chandra berbeda. Berawal dari gemar makan pempek dia akhirnya membuat dan menjual pempek.

“Awalnya setahun lalu tidak sengaja membuat usaha pempek, karena suka makan dan orang tua juga dulu jualan sedikit banyak tahu cara olah pempek,” ujarnya.

Dari situ, mulailah sejumlah sahabatnya memberikan dukungan dan masukan pengembangan usaha, hingga tercetus ide memberi penamaan pempek yang berbeda dari pempek yang lainya.

“Idenya muncul seketika saja, ya karena orang Semarang jadi saya pilih landmark Kota Semarang jadi ada Pempek Tanjung Mas, itu gambaran dari Pempek Kapal Selam karena Tanjung Mas Wilayah pelabuhan yang banyak akan kapal,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ada juga Pempek Lawang Sewu yang diambil dari Pempek Lenjer Pedas. Varian ini dibuat pedas dan bentuknya panjang, yang digambarkan seperi Lawang Sewu,” ujar pria yang berdomisili di Tegalsari Semarang ini.

Sedangkan pada Pempek Lenjer diberi nama Pempek Tugu Muda, serta Pempek Kulit digambarkan seperti Kawasan Simpang Lima Semarang.

Dia menuturkan sempat kebingunan melayani pesanan setelah memasukan nama pempeknya ke akun resmi pesanan makanan ojek online.

“Jadi awalnya kebingungan pas ada pesanan via ojek online, mana ya yang Pempek Tanjung Mas, Tugu Muda, Lawang Sewu namun, lama kelamaan hafal,” ujar Yofve.

Menurutnya, pempek produksinya menggunakan komposisi utama bahan baku ikan tengiri asli sebagai bahan dasarnya.

“Komposisi pembuatanya sama seperti pada umummya, pada bahan dasar saya beli di Semarang dan tentu tanpa bahan pengawet” tuturnya.

Dari empat varian pempek , cukup menonjol dan menjadi primadona di antaranya Pempek Lenjer Ekstra Pedas.

“Semula komposisi utama  pakai rawet mentah meski pedas, tapi jadi langu rasa dan rasa ikan tengiri menjadi hilang, hingga saya coba lagi lima kali lebih, akhirnya menemukan takaran pas, dan disambut positif konsumen,” ujarnya.

Pempek ini ikut disajikan dalam kegiatan Hype Market 2018 Pasarraya Sriratu Pemuda Semarang yang 10 hari.

Pempeknya itu ditawarkan Rp20.000 untuk tiga biji pempek terkecuali kapal selam. “Untuk Pempek Kapal Selam sendiri perbiji Rp 20.000,” tuturnya.

Penggemar pempek dapat menikmati olahan Pempek Yofve yang berada di kedai Karoseri Center II Jalan Hasanudin D 52 AB Tanah Mas Semarang yang buka pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Yang penasaran bisa kunjungi instagramya @pempekkofve atau bisa hubungi nomer 081329657667

89
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>