Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia]  – Sebanyak dua pleton veteran dan purnawiraan TNI, mengunjungi Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Kota Semarang, sebagai bentuk memperingati hari Veteran yang jatuh 10 Agustus.

Tujuh puluh pensiunan tentara iyu menabur bunga, serta mendoakan rekan-rekan mereka dan pejuang lainnya yang telah lebih dahulu berpulang.

Satu persatu makam pejuang dikunjungi mereka dan purnawirawan , bahkan beberapa di antaranya nampak terdiam khususk di hadapan nisan, seolah mengenang masa-masa saat bersama.

Tak lupa makam salah seorang pejuang besar Semarang, Dr Karjadi yang terletak di area depan juga ikut dikunjungi.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Kolonel (Purn) Hary Widodo mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang dulu berjuang memperebutkan kemerdekaan bumi pertiwi dari tangan penjajah.

“Saya berkunjung ke Taman Pahlawan ini dalam rangka menghormati seperti yang tertulis direplika besar yang terpampang di makan Pahlawan tersebut, Aku gugur membela negara, lanjutkan perjuanganku,” ujarnya, Selasa (9/8)

Menurutnya, masih jarang masyarakat khususnya generasi muda yang tidak terlalu memperhatikan perjuangan para pahlawan. Contohlah, pejuang besar Dr Karjadi yang sebagian besar orang tidak tahu letak posisi makamnya.

“Namun warga disini tidak terlalu memperhatikan seperti itu. Coba takon nomor siji sopo, ndak pernah tahu. Nomor satu disini adalah Dr Karjadi. Dialah yang memimpin perjuangan pertempuran lima hari di Semarang,” tuturnya.

Kegiatan tabur bunga, dia menabahkan bukan berarti terlalu “memuja” arwah pahlawan atau bisa dikata syirik. Namun, rangkaian kegiatan ini adalah penghargaan bagi pejuang-pejuang, yang di masa lalu telah bersusah payah membawa Indonesia menjadi negeri merdeka.

“Dengan demikian, bunganya ini bukan sembarang bunga. Sebagai penghargaan mereka,” ujarnya.

Veteran perang tidak hanya dipandang sebagai pensiunan tentara, namun dihimbau agar para mantan pejuang tetap membimbing generasi muda lebih memiliki rasa nasionalis.Terlebih akhir-akhir ini banyak pemuda pemikiran menolak eksistensi negara Indonesia.

“Tugas kita membimbing dengan upacara. Karena mereka tidak bisa diceramahi. Oleh sebab itu, saya meminta doa restu agar veteran-veteran perang bisa menelurkan nila juang 1945,” tuturnya. (RS)

258
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>