Sebarkan berita ini:
Wahli dan API Jateng Mngambil Sampel Air

SEMARANG[SemarangPedia] –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah dan Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa Tengah menemukan adanya air keruh di sumber air Wadas Malang, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Penemuan air keruh itu saat Walhi, API Jateng melakukan investigasi ke lokasi Sumber Wadas Malang bersama Paguyuban Giri Rahayu diikuti oleh warga Kalisari. Air keruh di Sumber Wadas Malang itu diduga akibat proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden, di lereng Gunung Slamet.

Investigasi ini dilakukan dengan mengambil sampel air keruh yang selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ke laboratorium.  Hal ini dilakukan mengingat dampak air keruh tersebut berimbas terhadap merosotnya produksi tahu masyarakat Kalisari, Cilongok, Banyumas.

Fauzan pengusaha tahu di Kalisari menuturkan terjadinya kemerosotan produksi tahu setelah sumber mata air Wadas Malang menjadi keruh. Sebelum air keruh, menurutnya, dapat memproduksi tahu hingga satu kwintal, Namun, setelah air keruh hanya mampu produksi tahu sebanyak 20 kilogram hingga 50 kilogram.

“Jika menggunakan air keruh dalam proses memproduksi tahu menjadi susah. Karena untuk memproduksi tahu, penggunaan air bersih sangan penting untuk menghasilkan yang optimal. Karena factor yang paling penting untuk produksi tahu adalah air,” ujarnya.

Pengusaha muda ini juga mengeluhkan dampak produksi tahu dengan menggunakan air keruh, karena jika menggunakan air keruh dipastikan produk tahu yang dihasilkan bakal tidak mampu bertahan lama.

“Kalau pakai air keruh tidak mungkin menghasilkan tahu banyak. Soalnya kalau keadaan airnya keruh produk tahu hanya bisa bertahan satu hingga dua hari saja,” tuturnya saat dikunjungi Walhi dan Aliansi Petani Indonesia Jateng.

Koordinator Umum Paguyuban Giri Rahayu Eko Supriyanto menuturkan secara langsung maupun tidak langsung pembangunan PLTP Baturaden membawa dampak terhadap masyarakat sekitar Gunung Slamet meliputi lima kabupaten di Jawa Tengah mencakup  Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga.

Melihat berdampak terhadap masyarakat, menurutnya, proyek pembangunan PLTP Baturaden harus dipikirkan ulang.

“Pembangunan PLTP Baturaden sangat merugikan bagi masyarakat sekitar dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, apalagi dibangun di atas wilayah konservasi (hutan lindung) Gunung Slamet,” tuturnya. (RS)

158
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>