Sebarkan berita ini:

kebonharjoSEMARANG [Semarang] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menegaskan kesiapannya untuk mendampingi warga Kebonharjo yang lahannya terkena pembangunan rel pelabuhan. Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan Walikota Semarang Hendrar Prihadi ke Kebonharjo, rabu (18/5) siang.

Menurut Walikota, pihaknya sudah berkomitmen untuk mendukung warga Kebonharjo. Pihaknya meminta agar warga tetap tetang dalam menghadapi rencana penertiban yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Kamis, 19 Mei 2016.

“Kami datang kesini untuk memastikan warga tetap tetang. Tidak emosi. Dan yang paling penting bisa menjaga diri agar tidak mudah ditumpangi hal-hal yang tidak sesuai dengan realitas yang ada. Negara ini negara hukum. Warga tidak usah takut. Apabila PT KAI jadi melakukan penertiban, diajak ngobrol saja. Tidak usah dilawan, apalagi melakukan tindakan yang arogan,” kata Walikota yang akrab disapa Hendi ini usai memberikan sambutan kepada warga.

Hendi menambahkan, jauh sebelum ada keputusan PT.KAI yang akan melakukan penertiban, pihaknya telah menyampaikan di forum Pemkot, Provinsi hingga forum di Satker Kementrian Perhubungan agar masing-masing pihak untuk menahan diri.

“Kalaupun pada tanggal 18 Mei tetap dilakukan penertiban ya harus sesuai dengan aturan. Jika warga punya keyakinan lebih jangan dipaksa. Harus diusai dulu di Pengadilan, alasan yang benar itu yang mana,” tegasnya.

Hendi mempersilahkan warga yang terus melakukan penjagaan di beberapa posko di dalam perkampungan Kebonharjo. Namun pihaknya meminta agar warga yang berjaga tidak mengganggu ketertiban umum. Sebagai pemangku wilayah, pihaknya hanya bisa berharap masing – masing pihak bisa menahan diri.

Warga yang menyambut kedatangan Hendi beserta rombongan mengajak berkeliling kampung melihat kondisi warga yang sedang dalam suasana kekhawatiran. Selain mendirikan posko, warga juga menggelar hiburan musik karaoke.

Sebelumnya pada Selasa (17/5) malam, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta para pimpinan DPRD menemui warga Kebonharjo. Mereka datang tanpa diundang warga sehingga mengejutkan para warga yang sedang berkumpul. Maksud dan tujuan para pejabat tersebut untuk menyatakan kesiapannya mendampingi warga pada saat dilakukan penertiban oleh PT.KAI.

“Pemkot Semarang sudah berkomitmen mendukung warga. Kami sudah jelas ada di pihak warga,” kata Wakil Wali Kota Semarang yang akrab disapa Ita ini.

Ita meminta warga Kebonharjo untuk tetap tenang menghadapi rencana penertiban yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada hari ini Kamis, 19 Mei 2016.

Setidaknya ada 130 bidang lahan yang terdampak rel pelabuhan, yakni 118 rumah, dua sekolah atau tempat pendidikan Alquran (TPA), dua masjid, dua mushalla, dan enam fasilitas umum lainnya. Dari 130 bidang lahan itu, ada 17 bidang atau lahan di antaranya yang sudah memiliki sertifikat hak milik (SHM), sementara KAI mengklaim lahan yang ditempati warga merupakan asetnya.

Proses pelepasan aset milik KAI di wilayah Kebonharjo yang beberapa sudah di-SHM dinilai KAI tidak sah, sebab hanya dilakukan berdasarkan perjanjian kepala daops dan wali kota saat itu.

“Kami meminta warga berbesar hati dan kuat dalam menghadapi masalah ini. Apapun yang terjadi, kami akan berada di depan ‘panjenengan-panjenengan’ ,” tegas Ita.

Bersama jajaran DPRD Kota Semarang, Wawali juga sudah menemui warga Kebonharjo Semarang, Selasa malam, untuk menegaskan komitmennya mendukung warga Kebonharjo yang terdampak rel pelabuhan. Warga Kebonharjo juga sudah memasang spanduk bernada penolakan, seperti “Warga Sepakat Tolak Rel Baru” dan “Pimpinan PT KAI, Penghuni Kebonharjo Itu Manusia, Bukan Hewan”.

Ada pula spanduk besar bertuliskan “Saatnya Warga Kebonharjo Mempertahankan Tanah Kelahiran Dengan Melawan Arogansi PT KAI”, dan bendera Merah-Putih setengah tiang juga terpasang di rumah warga.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta PT KAI tidak melakukan penertiban sebelum ada keputusan hukum, apalagi sudah ada warga Kebonharjo yang mengantongi SHM di lahan yang mereka tempati.

“Kami berharap warga untuk sabar. Kami mendukung secara moril. Mereka (warga Kebonharjo, red.) bagian dari warga Semarang yang perlu dilindungi secara hukum,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Supriyadi juga meminta warga untuk tidak menunjukkan arogansi dengan rencana penertiban lahan oleh PT KAI, sebab DPRD akan ikut turun ke lapangan mendampingi warga jika KAI melakukan penertiban.

112
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>