Sebarkan berita ini:

d73dd71e-aef0-4722-a14c-4b8d6acbbb71SEMARANG [SemarangPedia] -Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Praonowo guna membahas suplai Jaringan Gas (Jargas) di RT II RW VII Kelurahan Mlatibaru yang sempat rusk dan terhenti beberapa hari yang lalu,

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi mengatakan Jargas yang terhenti itu, sangat menganggu aktivitas warga.

“Jargas sudah beroperasi sekitar dua bulan sejak April sampai Mei. mengalami keruasakan teknis hingga terhenti suplainy, sehingga penyelesaiannya akan dikomunikasikan dengan Gubernur agar masalah ini bisa cepat diatasi,” ujarnya saat meninjau lokasi Jargas itu, Jumat. (10/6).

Menurutnya, selain hemat, instalasi Jargas sudah sampai kerumah warga. Pihaknya akan mengupayakan secepatnya agar fasilitas tersebut dapat bisa digunakan.

Sementara itu, Ketua RT II RW VII, Kelurahan Mlatibaru, Mansyur menjelaskan, sejak fasilitas Jargas ini mati beberapa hari yang lalu, warga kembali menggunakan gas elpiji.

“Dibandingkan elpiji memang jargas lebih praktis dan hemat, bahkan mewakili warga mengharapkan fasilitas tersebut bisa kembali digunakan karena sangat dibutuhkan warga,” tuturnya.

Pelanggan dengan instalasi jargas yang sudah terpasang hingga masuk di rumah dikenkan tarif sekitar Rp 33.500 per bulan.

“Pada saat ini ada sekitar 15 rumah sudah terpasang instalasi jargas, sistem pembayaran biasanya ada petugas yang melakukan penarikan ke rumah warga atau bisa melalui bank yang telah ditunjuk,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Head PT. PGN Area Semarang, Edy Sukamto mengatakan kendala ini harus di tangani dengan serius, dan kendala tersebut hanya teknis yang bisa menanganninya.

“Sekarang ini terdapat 4.000 lebih instalasi jargas yang sudah terpasang dan disempurnakan. Dimana 700 unit sudah siap tersalur, sedangkan 386 unit sudah dioprasikan sejak dua bulan lalu,” ujarnya.

Pada tahun depan, lanjutnya, ada 20.000 unit instalasi yang rencananya akan disambung untuk daerah Kecamatan Semarang Timur. Pihaknya mengharapkan instalasi yang sudah ada bisa diimbangi dengan suplai gas yang lancar.

“Adanya kendala tersebut kami akan berkoordinasi dengan pusat, hal itu disebabkan dengan kebijakan dan diharapkan segera dapat diatasi secepatnya,” tuturnya.

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>