Sebarkan berita ini:

19-Poto Kebonharjo1SEMARANG[SemarangPedia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada warga Kebonharjo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk musyawarahkan sengketa lahan reaktivasi jalur kereta api, menyusl terjadinya pembongkaran bangunan rumah warga di wilayah itu.

Seperti diketahui, penertiban aset seluas 20,1 hektar milik PT KAI di kawasan Kebonharjo pada Kamis (16/5) menuai keprihatinan banyak pihak. Pasalnya, dari dua belah belum menemukan titik temu, sehingga mengakibatkan bentrok antar warga dengan aparat kepolisian.

Sebanyak 61 rumah di Kebonharjo yang ditempati 89 kepala keluarga (KK) telah dibongkar, mesksi sebagian warga lainnya bersikukuh mempertahankan tempat tinggal mereka.

“Saya sangat prihatin dengan yang terjadi di Kebonharjo beberapa waktu lalu, di mana aparat dihadapkan dengan masyarakat, tanpa menggunakan konsep rembugable. Itu yang seharusnya dikedepankan. Jangan main kuat-kuatan,”  ujar Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (24/5).

Hendi menekankan hal bijak yang seharusnya dilakukan oleh para pemangku kepentingan adalah memikirkan solusi yang realistis untuk ditempuh, sehingga warga Kebonharjo tidak terkatung-katung.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Semarang telah menyediakan tenda darurat, dapur umum, dan rusunawa khususnya bagi warga Kebonharjo yang rumahnya telah dibongkar.

“Kami bicara solusi. Mulai Senin-Selasa kemarin, warga kami pindahkan ke rusunawa. Kami siapkan armada bus sebanyak 20 untuk angkut barang dan hari ini warga pindah ke rusunawa,” tuturnya.

Menurutnya, untuk warga Kebonharjo yang menempati rusunawa, akan digratiskan untuk enam bulan ke depan. Bahkan dapur umum juga tetap diadakan baik di Kebonharjo maupun di rusunawa, selain tenda-tenda darurat juga disiapkan.

Sementara itu, Kepala PT KAI DAOP IV Andika Tri Putranto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan uang ganti rugi bagi warga Kebonharjo yang rumahnya dibongkar dan uang ganti rugi itu hanya khusus untuk bangunan, bukan tanah.

Warga terdampak, lanjutnya, dipersilakan datang ke PT KAI di Jl. MH Thamrin No 3 Semarang untuk menerima uang bongkar yang akan diserahkan melalui taplus. Uang bongkar sebesar Rp250.000 per meter persegi bangunan permanen, sedangkan  untuk bangunan semi permanen sebesar Rp200.000 per m2.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penertiban aset milik PT KAI di kawasan Kebonharjo hendaknya diatasi dengan kepala dingin. Para pemangku kepentingan harus mau berembuk agar memperoleh solusi terbaik untuk semua pihak.

107
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>