Sebarkan berita ini:

27-sidomunculSEMARANG[SemarangPedia] – Dewan Ketahanan Nasional (DKN) akan terus ikut berpatisipasi mendorong aktivitas industri jamu, yang dinilai memiliki kekuatan untuk memacu pertumbuhan perekonomian dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Wantannas RI Letjend TNI M Munir mengatakan DKN akan memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat, temasuk Kementerian yang terkait untuk mendukung dan mendorong usaha kalangan industri jamu yang dikenal merupakan salah satu unggulan produk Indonesia di pasar dunia.

Industri jamu, lanjutnya, perlu didukung penuh aktvitasnya, karena merupakan warisan dari nenek moyang, sekaligus untuk melestarikan jamu, yang mampu mengangkat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, pemerintah seharus mengetahui jamu sebagai kekayaan bangsa dan negeri ini yang harus terus dikembangkan hingga menjadi pempimpin di pasar dunia, di era pasar bebas Asean saat ini.

“Hingga saat ini, produk jamu Indonesia tercatat belum ada tandingan dari negara lain. Apalagi pasokan bahan baku melimpah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah,” ujarnya selepas mengunjungi pabrik jamu PT Sidomuncul, di Klepu, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa. (27/9)

Wantannas menilai sejumlah perusahaan jamu di berbagai daerah, termasuk Sidomuncul sudah mampu membuktikan dengan memproduksi berbagai jenis varian modern dan memberikan kontribusi devisa dari penjualan ekspor serta memberdayakan secara optimal bagi warga di sekitar pabrik.

Perusahaan jamu Sidomuncul hingga saat ini telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja, dan mampu menciptakan peluang pekerjaan baik bagi petani maupun para distributor, agen, pedagang eceran, asongan dan sejenisnya.

Perusahaan yang berlokasi di Desa Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang itu hingga saat ini telah memproduksi sebanyak 170 jenis jamu dan farmasi yang berbasis penelitian/riset dan teknologi dari bahan-bahan herbal alami, higienis serta modern.

“Baik dari sisi ketenagakerjaannya maupun sebagai penyuplai bahan baku dalam produksi berbagai jenis jamu Sidomuncul. Hal itu akan kami sampaikan secara langsung kepada Presiden RI Joko Widodo untuk setidaknya dapat mendorong masyarakat menanam tanaman herbal,” tuturnya.

Rombongan Tim Wantannas sengaja mengunjungi pabrik Sidomuncul itu untuk mengetahui secara langsung proses produksi Sidomuncul. Dari hasil kunjungan, tim Wantannas segera membuat kajian berbagai aspek. Sudut atau bidangnya adalah aspek ekonomi kerakyatan dan kesehatan.

“Analisis yang kami lakukan pun secara komprehensif strategis. Pada intinya jamu sebagai peninggalan leluhur jangan kalah dengan produk negara lain lain,” ujarnya.

Menurut Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat, kunjungan rombongan Wantannas itu untuk melihat secara detail proses pembuatan jamu hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

Manajemen Sidomuncul, lanjutnya, juga dapat secara langsung memberikan beberapa masukan kepada mereka untuk ikut memperhatikan industri jamu, di antaranya mempersiapkan perusahaan jamu dapat cepat berkembang di Indonesia, bahkan dapat mengusai pasarkan dunia.

Berbagai inovasi, dia menambahkan produk jamu yang gencar dilakukan Sdomuncul, juga sebagai upaya untuk mengembalikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat konsumen terhadap khasiat jamu berbahan baku tumbuhan/tanaman obat alami

“Industri jamu masih menghadapi tantangan ke depan, di antaranya bagaimana pemerintah dapat ikut serta membantu membangun kepercayaan serta image publik apabila jamu adalah warisan nenek moyang. Ketika orang sudah percaya, produk apapun pasti laku di pasaran,” ujarnya.

125
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>