Sebarkan berita ini:

19-warga-kebonharjoSEMARANG[SemarangPedia] – Sejumlah  Warga Kebonharjo yang lahannya tergusur proyek reaktivasi jalur Kereta Api ke Pelabuhan Tanjung Emas didampingi kuasa  hukumnya mendatangi Komisi A DPRD Jawa Tengah, mereka menanyakan hasil audiensi dengan wakil rakyat beberapa waktu lalu.

Dalam audiensi tersebut mereka diterima Sekretaris Komisi A DPRD Jateng  Ali Mansyur dan sejumlah anggota dewan lainnya di ruang Komisi A DPRD Jateng, di Gedung Berlian, Semarang, Senin (16/9).

Kuasa Hukum Warga Kebonharjo Budi Sekoriyanto mengatakan kedatangan warga untuk menanyakan hasil audiensi dengan DPRD bebrapa waktu lalu, terkait tindaklanjut aspirasi warga yang telah disampaikan kepada wakil rakyat.

Menurutnya, pihaknya menanyakan tindaklanjut dari dewan  terkait  Perda Kota Semarang nomor  14 th 2011  tentang Rencana  Tata Ruang Wilayah Kota Semarang  Tahun 2011 – 2031.

“Karena kami sudah tiga kali melakukan audiensi dengan dewan, apakah perda RT RW Kota Semarang Nomor 14 tahun 2011 yang merubah kawasan pemukiman menjadi  transportasi darat itu sudah sesuai SOP ?, apakah itu suatu pelanggaran?. Karena kami warga Kebonharjo sebagai stakeholder tidak pernah menerima sosialisasi mengenai itu,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, warga juga ingin menerima penjelasan dari dewan terkait SK Gubernur Jateng Nomor 550/64 tahun 2015 Mengenai Pembentukan Tim fasilitasi Reaktivasi  jalur kereta api Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“PT KAI dalam pengerjaan proyek reaktivasi  jalur rel kereta api berencana membuat jalur ka baru yang merupakan shortcut menuju Pelabuhan Tanjung Emas. SK yang diterbitkan Gubernur dijadikan dasar oleh PT KAI melakukan penertiban rumah warga Kebonharjo. Apakah itu tidak suatu pelanggaran?,” tuturnya.

Dia mengaharapkan agar dewan melakukan peninjauan ulang terhadap Surat Keputusan (SK) Nomor 550/64 Tahun 2015 tentang pembentukan tim fasilitasi reaktivasi jalur kereta api Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Selain itu, kami minta dewan untuk melakukan peninjauan terhadap Perda Kota Semarang  Nomor  14 th 2011  Tentang Rencana  Tata Ruang Wilayah Kota Semarang  Tahun 2011,” ujarnya. (RS)

 

55
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>