Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Permasalahan pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang semakin meruncing, setelah menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, warga penolak pabrik semen berencana melaporkan Ganjar Pranowo ke Kepolisian, karena diduga mengeluarkan ijin baru pembangunan pabrik semen.

Sementara itu, Ganjar justru menuding hakim teledor dalam mengeluarkan hasil putusan tanpa membaca memori peninjauan kembali (PK) yang diajukan Pemerintah Propinsi.

Setelah menggelar aksi demo dan bertahan di Kota Semarang, massa penolak pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang Selasa pagi (20/12) akhirnya ditemui langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pertemuan digelar secara bersamaan dengan massa yang mendukung pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang.

Dalam pertemuan tersebut warga penolak pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang meminta Gubernur Ganjar Pranowo untuk mematuhi putusan Makamah Konstitusi (MA) dengan mencabut ijin pembangunan pabrik semen.

Warga juga mempertanyakan langkah Gubernur yang mengeluarkan addendum yang dinilai warga sebagai ijin baru Pembangunan Pabrik Semen

Sementara itu, warga pendukung pabrik semen mengaku keberadaan pabrik semen telah memajukan perekonomian warga. Warga yang sebelumnya bekerja sebagai petani kini bisa bekerja di pabrik semen.

Namun, usai membahas bersama dengan Gubenur Jawa Tengah, warga yang menolak dan pendukung saling berjabat tangan.

Warga penolak pabrik semen, mengaku kecewa dengan hasil pertemuan tersebut. Warga berencana akan melaporkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Kepolisian, karena telah melanggar hukum dengan mengeluarkan ijin baru pabrik semen dengan dalih addendum.

“Dari kami menyatakan terkait bahwa hasil pertemuan warga saat jalan kaki memang ada pengeluaran ijin baru, tapi Pak Ganjar menjelaskan itu bukan ijin baru, kami pelajari dan kami dibantu dengan pakar hukum bahwa ini ijin baru, maka kami berencana untuk melaporkan Pak Ganjar Di Kepolisian, kami masih menunggu yang dikeluarkan ijin baru apa bukan ,“ ujar Gunretno Koordinator  Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) usai bertemu Gubernur Jateng, Selasa. (20/12)

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru menuding hakim MK teledor karena telah mengeluarkan putusan tanpa membaca memori PK yang diajukan oleh Pemprov.

“PK kita tidak dipertimbangkan sama sekali, dan Hakim teledor saya kira hakim tidak menguji, mencermati yang ada disitu,  kalau hakim membaca pasti kaget,” tutur Ganjar.

Sementara, di luar gedung Gubernuran, ratusan warga Kendeng terus menggelar aksi dengan mendirikan tenda perjuangan. Mereka mendesak agar Ganjar segera menghetikan pembangunan pabrik semen Rembang. (HN/RS)

174
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>