Sebarkan berita ini:

21-anak-jalananSEMARANG[SemarangPedia] – Kalangan masyarakat hingga kini belum memahami isi Perda Nomor 15/2014 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis di wilayah Kota Semarang, terbukti masih banyak masyarakat memberi uang kepada pengemis.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengatakan dalam Perda penanganan anak jalan telah diatur terkait larangan memberikan uang kepada anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

Namun ironisnya, lanjutnya, hingga kini sering ditemui pengendara motor maupun mobil saat berhenti di traffic light memberi uang kepada pengemis maupun anak jalanan dan sejenisnya.

“Di dalam Pasal 24 Perda tersebut, diatur larangan memberikan uang atau barang kepada anak-anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di jalan umum. Mungkin, banyak masyarakat belum mengetahui atau memahami dari isi Perda itu,” ujarnya, di Semarang.

Idealnya, dia menambahkan aturan perda itu ditegakkan sehingga tidak ada lagi masyarakat memberi uang kepada anak jalanan dan pengemis.

“Dalam perda itu juga mengatur ancaman denda dan kurungan kepada pelanggarnya sehingga semakin lama jalan-jalan di Semarang bersih dari anak-anak jalanan dan pengemis,” tuturnya.

Dia menyayangkan masih¬† banyak pengemis di jalanan dijadikan sebagai “pekerjaan”
yang mampu mengumpulkan hasil besar.

“Sering kami temui ternyata pengemis dan anak-anak jalanan sudah terlalu asyik dengan kehidupannya. Malah semacam sudah menjadi pekerjaan mereka,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, dia mengharapkan agar masyarakat memberikan semacam pembelajaran, yakni dengan tidak memberikan uang kepada pengemis, gelandangan, dan anak-anak jalanan di jalan.

Selain itu, Pemkot Semarang perlu mencontoh Kota Surabaya dalam penanganan anak jalanan. “Semarang memang perlu mencontoh Surabaya. Di wilayah itu, kotanya tertib, tindak ada anak-anak jalanan atau pengemis yang meminta belas kasihan di median jalan maupun di perempatan ‘traffic light’,” tuturnya. (RS)

405
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>