Sebarkan berita ini:

17-SingosariSemarang[SemarangPedia] – Banyak cara dalam  memperingati hari Kemerdekaan RI, Seperti yang dilakukan warga RW VI, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Rabu pagi (17/8) pagi, dengan melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI  Ke 71. upacara bendera dilakukan di jalan komplek perumahan Singosari.

Warga dengan antusias mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian pejuang dan pakaian adat Jawa. Mereka tak kalah semangatnya bahkan warga juga dengan serius menyiapkan upacara bendera itu.

Namun, karena persiapan dengan waktu yang relative pendek, seorang petugas upacarapun sempat gerogi dan salah dalam menyiapkan peserta upacara, hingga mengundang gelah tawa peserta upacara.

Meski sederhana dalam pelaksanakan upacara bendera, namun tidak mengurangi semangat warga dalam mengikuti upacara bendera secara hikmat. Merea berpakaian model tempo dulu agar lebih bisa memaknai kemerdekaan dan membangitkan lagi jiwa patriotisme serta mengenang kembali bagaimana para pejuang mwujudkan kemerdekaan.

“Dengan berpakaian ala jaman perjuangan,  mereka ingin menginspirasikan jaman perang, para pejuang mengunakan pakaian seadanya yang mempunyai tekad indonesia maju dan merdeka,”, ujar Edi Riyanto, Ketua RW VI Keleurahan Pleburan Semarang itu.

17-Singosari2Sementara itu, Kepala Kelurahan Pleburan, Ika Kriswati menuturkan senang melihat warganya bersatu dan guyub bersama.

”Sangat bangga, sekarang ini di lingkungan perkotaan masih ada warga yang guyub bersama,” tuturnya

Dalam pelaksanaan upacara HUT RI Ke 71, juga di ikut mahasiswa asing. Salah satunya Yoko, mahasiswi asal Jepang  mengaku baru kali ini melihat dan mengikuti upacara bendera.

Di negerinya sendiri tidak ada upacara serupa untuk menyambut hari kemerdekaan. “ Saya baru melihat dan mengikuti upacara Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya

Pelaksanaan upacara sendiri tidak jauh berbeda dengan upacara secara peringatan 17 Agustus pada umumnya, bahkan pelaksana upacara juga di sesuai dengan jadwal dan waktu yang sama pada saat pembacaan proklamasi pada jaman dulunya. (HN/RS)

 

233
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>