Sebarkan berita ini:

bank sampahSEMARANG [SemarangPedia] – Berangkat dari informasi dan pengetahuan yang bersumber dari media televisi serta internet, yang kaitannya dengan pengelolaan dan pemberdayaan sampah rumah tangga. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadikan momok buat masyarakat dimasa mendatang. Pasalnya 800 ton per hari sampah memasuki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menyebabkan berbagai macam masalah dari mulai banjir karena aliran air tersumbat sampah serta bau tak sedap yang disebabkan oleh sampah.

Melihat hal itu warga Kota Semarang mengagas tentang pemberdayaan atau sampah rumah tangga yang bisa dijadikan pupuk organik. Yaitu Teguh Irawan dan Joko Prasojo pemuda yang berdomisili di Tegal Sari ini, dalam rangka memperingati hari Kartini mengumpulkan Ibu  – Ibu Organisasi PKK di Balai RW Tegal Sari Sendang RW 4 Kelurahan Candi, Kecamatan Candi Sari guna diberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah untuk dijadikan pupuk cair organik.

Selaku pengagas kegiatan Teguh mengatakan, memang kami sengaja mengumpulkan Ibu – Ibu PKK guna berbagi pengalaman untuk mengambil rumah tangga sebagai basis untuk pengelolaan sampah agar dapat menghasilkan barang atau bahan yang bermanfaat.

“Kegiatan untuk megajak para Ibu Rumah Tangga untuk berkomitmen tidak membuang sembarang, karena beberapa tong sampah baik organik maupun non organik sudah kita sediakan guna di kelola untuk dijadikan pupuk organik”, kata teguh saat ditemui semarangpedia.com

Teguh menghimbau, bahwa warga khususnya di wilayah RW 4 ini bisa memilah – milah mana sampah organik dan non organik.

Hal senada juga disampaikan Joko Prasojo sebagai Koordinator acara yang akrab disapa Jojok, kami akan mengajak para warga untuk mengelola sampah organik yang bisa dijadikan pupuk cair organik.

“Gagasan membuat komposter buat di rumah tangga sebenarnya sudah lama. Namun baru bulan ini bisa saya wujudkan yang bertepatan dengan Hari Kartini”, kata Jojok.

Dalam kegiatan dialog tentang sampah yang dihadiri Jojok menambahkan, juga mendatangkan salah seorang Warga RT 05 bernama Herman untuk jadi pembicara serta bersedia mengolah dan dijadikan Bank Sampah.

“Herman ini akan memberikan masukkan atau motivator tentang bagaimana cara mengolah sampah yang baik, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang berharga”, katanya.

Pasalnya para peserta dialog warga ini Herman megenalkan alat Kompoter kepada warga. Komposter adalah sebuah metode pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk. “Sebenarnya, konsep komposter ini sederhana saja, yaitu memanfaatkan kerja bakteri untuk menguraikan sampah”, kata Herman.

“Bayangkan jika seluruh sampah bisa dikelola sendiri di rumah tangga, maka akan mengurangi debit sampah yang diangkut oleh truk pengangkut sampa”, ujarnya.

Pihaknya berharap kita memang memulai di lingkungan RT, apabila di lingkungan saya ini kesadaran masyarakat akan mengerti tentang sampah maka akan tercipta lingkungan yang bersih.

“Saya siap membantu masyarakat tentang pemberdayaan serta pengelolaan sampah untuk dijadikan pupuk cair organik yang bernilai materi”, ungkap Herman.

175
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>