Sebarkan berita ini:

14-Rumah warga1SEMARANG[SemarangPedia]- Sejumah warga di kawasan Trimulyo Kecamatan Genuk, Kota Semarang mulai terkena penyakit gatal-gatal, akibat banjir rob yang menggenangi rumah mereka dan berbagai jalanan.

Genangan pasang air laut yang memmasuki pemukiman warga di Desa Trimulyo belakangan ini semaki tinggi hingga mencapai 50 Centimeter. Berbeda jauh dengan sebelumnya hanya setinggi 30 Centimeter.

Pemukiman warga di Genuk sudah cukup lama tergenang air dan tidak pernah surut, justru semakiin hari kian meninggi, hingga menghambat aktivitas mereka sehari-hari.

Danik seorang warga harus berjibaku dengan genangan rob di dalam rumah miliknya. Bahkan anaknya kini sering terken  sakit flu dan penyakit kulit, gatal-gatal,  akibat rumahnya lembab dan tergenang banjir rob ini.

14-banjir Trimulyo1“Saya tidak tahu kapan air rob surutnya, genangan banjir air rob yang tidak kunjung surut membuat anaknya kini terserang penyakit gatal-gatal “, ujarnya, Selasa. (14/6)

Suwarni warga lainnya  mengatakan warga di kampungnya kini mulai mengeluh dengan kondisi yang dialami genangan rob yang kali ini paling parah di banding tahun sebelumnya.

“Biasanya rob datang paling lama kurang dua jam sudah surut, tetapi kali ini malah semkain lama semakin besa banjir rob itu dan tidak surut-surut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Trimulyo, Suroto mengatakan, genangan air rob tahun ini merupakan rob tertinggi di bandingkan tahun sebelumnya,

“Sejumlah warga mulai di serang penyakit seperti gatal, demam, flu dan diare dan kami terus membantu   warga yang mulai terserang penyakit dengan memberikan obat yang ada,” ujarnya

Meski sungai di sekitar perkampungan itu, sudah dibendung menggunakan karung pasir, namun tetap saja air masih meluap ke ruas jalan dan memasuki rumah warga,  kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada jalan maupun rumah penduduk.

Fenomena pasang air laut di kawasan Genuk itu,  memang bukan hal baru. Namun, warga menilai ada kesan pembiaran dari pemerintah setempat dan rencana penanggulangan baru sebatas wacana saja. (HN/RS)

 

192
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>