Sebarkan berita ini:

WONOGIRI[SemarangPedia] – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat di Desa Kebonagung Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12).

Di sela-sela acara tersebut, Darmin diajak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meninjau stand produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khas Wonogiri.

Berbagai hasil produksi unggulan Kabupaten Wonogiri dipamerkan dalam pameran itu. Baik produk kerajinan tangan, home industri serta olahan makanan dan minuman.

Saat tiba di depan pintu masuk stand, Darmin dan Ganjar langsung disambut dengan welcome drink berupa jamu Kunir Asem. Tanpa canggung, keduanya meneguk minuman herbal yang memiliki banyak khasiat itu.

Di tengah kunjungan, Ganjar tertarik dengan satu stand yang menawarkan aneka makanan seperti kue dan brownies. Yang membuat Ganjar tertarik adalah, bahan makanan tersebut terbuat dari ‘gaplek’, singkong yang dijemur yang biasa untuk bahan dasar nasi Tiwul.

“Pak Darmin, coba ini, ini enak dan khasnya Wonogiri,” tutur Ganjar menawarkan roti kepada Darmin.

Tanpa pikir panjang, Darmin langsung mencicipi makanan berbentuk bolu itu. Merasa enak, ia kembali mengambil satu potong dan kemudian melahapnya.

“Enak kan pak? Bapak tahu ini terbuat dari apa? Ini dari gaplek lho pak, khasnya Wonogiri,” ujar Ganjar.

Mendengar hal itu, Darmin terlihat terkejut dan tidak menyangka jika roti itu terbuat dari gaplek.

“Masa ini dari gaplek? ini enak lho pak, seperti roti yang dijual di supermarket. Rasanya enak, dikemas dengan bentuk bagus. Tahu tidak ini dari gaplek, ini khasnya Wonogiri,” tuturnya.

Pembuat aneka kue dari Gaplek, Ratih,35 menuturkan jika sudah menekuni usahanya itu sejak beberapa tahun lalu.

“Ada roti, biskuit, brownies kering dan aneka makanan lainnya. Bahan dasarnya 75% dari gaplek, sisanya bahan tambahan seperti terigu, gula, telur dan lainnya,” ujar warga Desa Tanggulangin, Jatisrono Wonogiri itu.

Sebelumnya dia hanya memasarkan makanan itu kepada tetangga terdekat. Namun setelah mendapat pelatihan dan bantuan modal dari KUR Bank BRI, produksinya ditingkatkan dan dikemas lebih menarik.

“Sekarang banyak yang pesan, bahkan dari luar daerah banyak yang beli karena saya juga jualan mengggunakan online,” tuturnya. (RS)

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>