Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pelaku industri pernikahan (Wedding Organizer ) Semarang tergabung dalam  Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) sepakat menerapkan protokol kesehatan pecegah Covid-19 dalam pelaksanaan pernikahan.

Juru Bicara GPPS Nanang mengatakan komitmen GPPS selaku industri pernikahan mengedukasi masyarakat terutama vendor pernikahan yang ada di Semarang di tengah pandemi Covod belum berakhir.

Menurutnya, kesadaran tersebut untuk membangkitkan lagi industri pernikahan yang sempat non aktif. Selain itu, membantu pemerintah dalam menjankan roda perekonomian karena ribuan pekerja terakomodasi.

“Untuk persiapan sudah melakukan simulasi pernikahan oleh asosiasi, komunitas maupun para vendor,” ujarnya dalam deklarasi penyelenggara pernikahan di era new normal di Horison Nindya Semarang, Jumat (26/6).

Simulasi itu, lanjutnya, sudah dilakukan selama enam kali selama dua bulan ini. Bahkan, video simulasi dari Semarang dijadikan referensi untuk daerah lain menggelar acara pernikahan.

GPPS, tutur Nanang, telah membuat standar khusus seperti sterilisasi lokasi dan semua peralatan yang digunakan saat acara, menjaga setiap personil untuk selalu higienis dan sehat, selalu menerapkan physical distancing, wajib menggunakan masker dan menyediakan sarana mencuci tangan atau hand sanitizer.

Sedangkan, calon pengantin juga harus mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki lokasi acara.

Selain itu, dia menambahkan menggunakan masker selama acara dan mengundang tamu tidak melebihi ketentuan dari pemerintah. (RS)

172
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>