Sebarkan berita ini:

21-EkspatriatUNGARAN[SemarangPedia] – Sebanyak 418 Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di wilayah Kabupaten Semarang sulit terpantau, mengingat pihak sponsorship atau perusahaan yang mendatangkan WNA itu kurang kooperatif dalam memberikan laporan ke Kantor Kesbangpol setempat.

“WNA baik mereka yang ekspatriat maupun lain yang tinggal di wilayah itu semestinya melapor ke Kesbangpol dengan membuat surat keterangan tanda lapor (SKTL). Ini mengacu pada Permendagri No 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, mereka wajib melapor dalam kurun waktu satu tahun,” ujar Kasi Kesbang Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang Ristoto, Kamis. )(1/7)

Staf Seksi Kesbang, R Adi Kencana menambahkan data Kantor Imigrasi Kelas I Semarang menyebutkan terdapat 532 orang asing yang berada di Kabupaten Semarang.

“Mereka ini menetap dan bekerja di Kabupaten Semarang,” tuturnya

Sementara, hingga saat ini baru sebanyak 114 WNA yang melapor atau membuat SKTL, sehingga selebihnya 418 WNA yang tidak diketahui keberadaannya hingga aktivitas mereka tidak terpantau.

Terkait dengan keberadaan WNA di Kabupaten Semarang ini, Kantor Kesbangpol dan Imigrasi telah melakukan koordinasi. Rapat tim pengawasan orang asing (Pora) di Kabupaten Semarang yang dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang Himron tersebut dihadiri Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan stakeholder terkait.

Dalam kesempatan itu, Himron mengatakan tujuan diselenggarakannya rapat Tim Pora adalah untuk penyamaan dan up date data keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Semarang.

“Nanti akan ada operasi bersama yang melibatkan stakeholder yang membidangi orang asing,” ujarnya.

262
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>