Sebarkan berita ini:

30-Umat BudhaSEMARANG[SemarangPedia] – Beragam tata cara berdoa mengantarkan arwah leluhur bagi umat Budha, mereka melepas sekitar 3.000- an ikan lele dan belut ke sungai terdekat sebagai ritual Cioko atau Ulambana.

Ritual tahunan ini kembali digelar sebagai upacara suci umat budha yang berlangsung di rumah Abu Kong Tek, Gang Lombok, Semarang. Selasa (30/8).

Sekretaris Yayasan Tjie Lam Tjai mengatakan, pelepasan ikan lele dan belut sebagai bentuk menanamkan kebajikan bagi seluruh makhluk yang hidup di muka bumi.

“Tujuan ritual itu agar melepas belenggu yang mengekang makhluk hidup,” ujarnya.

Dalam ritual itu, dihadirkan sembilan pendeta yang membacakan mantra dan doa agar arwah yang datang ke dunia saat hari “Hantu” bisa kembali ke akhirat dengan tenang.

Fariz Fardianto, warga Kelurahan Muktiharjo rela jauh-jauh datang ke lokasi ritual itu, hanya mengingkan mendapatkan pembagian sembako dari pihak yayasan. Tua muda nampak mengantri untuk mengambil sembako yang sudah disediakan.

“Ya seneng ya, kan gratis, ya bisa untuk tambah tambah kebutuhan gitu,” tuturnya.

Upacara yang berlangsung sejak Senin dan ditutup dengan doa pada Selasa malam (30/8), juga diwarnai membakar puluhan mainan kertas. Umat Buddha meyakini melalui ritual itu, maka karma arwah akan diperingan sehingga bisa menuju surga dengan damai. (RS)

157
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>