Sebarkan berita ini:

TengklengSOLO [SemarangPedia] –  Kampung Yosopuran Solo sejak lama dikenal sebagai sentra atau kampung makanan tengkleng dan belakangan ini semakin ramai, bahkan pengunjung yang datang tidak hanya dari kota Solo, namun dari berbagai kota yang melintasi Solo, banyak yang menyempatkan diri mencoba makanan khas Solo itu.

Tengkleng merupakan bahasa ejaan Jawa thengklèng dan masakan ini sejenis sup dengan bahan utama tulang kambing berdaging. Bahkan mirip gulai kambing dengan kuah encer.

Jenis kuliner khas Kota Solo ini disajikan berbeda-beda, namun kelezatannya semua istimewa hingga pengunjung tidak pernah sepi yang datang setiap hari di kampung Tengkleng itu.

Makanan tengkleng berbeda kuah tidak menggunakan santan, sebagaimana pada menu gulai kambing. ”Kuahnya tidak pakai santan, juga tidak menggunakan minyak,” tutur Ny Maryani (38) yang sehari-hari  dipercaya tampil menjadi manajer penjualan tengkleng Bu Mitro, yang mangkal di pojok benteng (jokteng) Solo.

Sedangkan tengkleng kondang Bu Edi, mangkal di gapura sisi utara Pasar Klewer, Solo, juga berasal dari Kampung Yosopuran. Popularitas tengkleng Bu Edi tetap berkibar, meski yang bersangkutan telah meninggal, dan sekarang diteruskan oleh putrinya.

Warung makan yang menyediakan tengkleng ini kelezatanpun semakin menggoda, jika anda bepergian ke Solo sempatkan mampir ke kampung tengkleng, sudah tidak diragukan lagi dan bakal ketagihan.

Memang asyik jika mampir ke kedai tenda PKL (Pedagang Kaki Lima), tengkleng ‘Jokteng’ Bu Mitro yang membuka usahanya sudah sejak reformasi (1998) dan kini semakin setia berjualan tengkleng di pojok sisi tenggara Beteng Surakarta tersebut.

Tengkleng yang disajikan dalam panci kemudian dipanasi dengan api kompor sangatlah sedap. ”Dengan panci, agar selalu hangat ketika disajikan ke pembeli,” ujar Maryani.

Bahan baku tengkleng terdiri atas daging kambing, tulang iga, tulang kepala dan kaki kambing. ”Untuk bahan bakunya, setiap hari dipasok oleh bakul langganan ke rumah. Kami tinggal memasak,” tuturnya.

Menurutnya, Untuk memasak tengkleng, diperlukan waktu paling tidak selama dua jam dan agar tersaji tengkleng yang empuk.

Dalam membuat sajian tengkleng terasa gurih, dipakai aneka bumbu tradisional termasuk sebagian dari aneka rempah-rempah, seperti bawang merah dan bawang putih, tomat hijau, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, serai, merica, ketumbar, gula merah, garam. Ditambah dengan bawang merah goreng. Juga dilengkapi cabe rawit yang ikut digodok bersama.

Agus bersama keluarganya dari Semarang, setiap datang ke Solo selalu menyempatkan diri makan tengkleng. Keluarga ini mengenal tengkleng Bu Edi ketika banyak dikabarkan di berbagai media.

 

99
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>