Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Kue keranjang atau nian gao atau lebih sering disebut kue kranjang tii kwee adalah kue wajib imlek.

Kue keranjang, bisa jadi kue ini hanya bisa ditemui setahun sekali pada perayaan Imlek, pangan yang satu ini merupakan pangan wajib dalam Tahun Baru Cina.

Untuk membuat kue kranjang sendiri butuh waktu yang cukup lama, mulai dari awal hingga pengemasan butuh waktu enam hingga tujuh jam. Sebelum diolah, tepung ketan yang merupakan bahan dasar kue di ayak, dan menghasilkan tepung yang halus, kemudian di aduk dengan telur, gula dan air.

“Untuk proses pembuatan dari awal hingga akhir membutuhkan waktu lebih dari  delapan jam, yang paling lama proses pengkukusan kue keranjang bisa  tujuh sampai delapan jam,” tuturp Ong Eng Hwat  pembuat kue keranjang di Kota Semarang.

Setelah adonan selesai,  adonan di tempatkan pada keranjang kecil yang juga berfungsi sebagai cetakan.  Untuk pengukusan butuh waktu hingga tujuh  jam hingga matang.

Menurut Ong Eng Hwat,  usaha kue keranjang ini sudah merupakan usaha turun temurun dilakukan hingga sekarang, termasuk mempertahankan produksi secara tradisional untuk menjaga citarasanya.

“Usaha ini merupakan usaha turun temurun keluarga, untuk cita rasa masih tetap terjaga dari resep nenek moyang hingga saat ini sebagai alat cetaknya kita,  tetap mengunakan keranjang tidak menggunakan almunium, ini yang menjaga cita rasa keu keranjang tetap terjaga” ujarnya.

Pembeli pada umumnya memilih langsung datang ke rumah sekaligus tempat produksi di Jalan Kentangan Tengah nomor 67 Jagalan Kota Semarang.

Meski harganya lebih mahal, kue keranjang tradisional lebih digemari karena banyak varian rasa dan terlebih cara memasaknya menggunakan tungku api kayu.

Harga kue keranjang Ong Eng Hwat  dibandrol mulai dari Rp45.000 per kg, untuk kacang RP 47.000 per kg, namun jika membeli per satuan seharga Rp10.000. Harga tersebut tergantung varian rasa yang diinginkan.

Cita rasa yang masih tetap terjaga dari resep nenek moyang hingga saat ini, membuat para pembeli rela berdatangan, baik dari dalam maupun dari luar Kota Semarang. Untuk pemesanan, Ong Eng Hwat  mengaku telah mendapat pemesanan sejak satu bulan yang lalu menjelang Imlek ini.

Kue keranjang atau Nian Gao biasanya akan dipajang mendekati hari sebelum Perayaan Imlek tiba, bersama dengan sejumlah sesaji lainnya yaitu buah naga dan dupa wangi. Konon, menurut kepercayaan Tiong Hoa, kue keranjang ini sangat digemari oleh Dewa tungku, yakni Cau Kun Kong.

Oleh karena itu, warga Tiong Hoa dipastikan menyediakan kue keranjang ini, guna memanjakan Dewa tungku. (HN/RS)

267
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>