Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Yayasan Wahana Bakti Indonesia (YWBI) – lembaga yang komitmen terhadap sanitasi jamban, mencatat Indonesia menduduki predikat terburuk jumlah angka kematian balita yang disebabkan saluran pencernaan, setekah negara Myanmar dan Vietnam.

Setiap tahun, hampir sebanyak 163.000 balita meninggal, akibat saluran cerna usus menular, lantaran pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari tinja manusia.

Ketua Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera, Budi Laksono mengatakan ratusan ribu balita meninggal dunia yang dipicu beberapa penyakit klasik terdiri diare, disentri, tipus, hepatitis A dan kecacingan.

“Sebagian besar dari mereka saat ini terkena diare dan tipus. Dua penyakit itu timbul karena sanitasi jaban yang masik buruk,” ujarnya, di Semarang, Jumat (29/7).

Dia menyebutkan sebanyak 2,8 juta warga asal Jawa Tengah belum memiliki jamban yang memenuhi persyaratan, karena tingkat kesadaran masyarakat hidup sehat masih lemah.

Namun demikian, lanjutnya, menjadi masalah krusial yang harus diselesaikan bangsa ini. Disamping sebagai negara terbesar di ASEAN dan negara ini masih menyandang predikat buruk sanitasi.

Menurutnya, di Semarang masih ditemukan warga buang hajat di sungai berulang kali, tanpa ada tindakan tegas dari aparatur pemerintahan.

“Ini jadi problem di Semarang, bahkan di Indonesia, mengingat ¬†warga miskin sering diare karena dipicu banyaknya kotoran di lingkungannya sekitarnya. Sesuai kajian Bank Dunia, negara republik ini rugi triliunan rupiah akibat perilaku buruk seperti itu,” tuturnya.

Temuan lainnya, dia menambahkan terjadi di Grobogan yang berada di tenggara Semarang kondisinya juga hampir sama. Di daerah itu, terdapat 180.000 warga memiliki tanpa jamban.

Atas temuan tersebut,YWBI berupayaa terus untuk menggalakan kampanye jambanisasi di setiap daerah secara swadaya dengan bantuan ribuan petugas TNI dari Kodam IV Diponegoro.

“Karena masyarakat butuh sosial leadership untuk membangun jamban, maka tidak ada salahnya saya sama teman-teman relawan jambanisasi jalan kaki ke Jakarta untuk meminta dukungan kepada Presiden Jokowi di Istana Negara. Saya juga menyambangi Kemendes dan Kemendagri untuk memerdekakan masyarakat dari pengaruh sanitasi yang buruk,” ujarnya. (RS)

139
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>