Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng bersama perwakilan ulama dan ormas Islam se-Jateng sepakat untuk mendorong pembayaran zakat fitrah dan mal di awal bulan Ramadan 1441 H, dilakukan sebagai langkah untuk jaring pengaman sosial dan penanganan Covid-19.

“Kami bersepakat, berkaitan dengan zakat akan dibayarkan begitu masuk di bulan Ramadan. Pemprov sudah siapkan surat edaran untuk yang beragama Islam agar zakat fitrah bisa di depan, termasuk zakat mal. Ini kemudian akan kita dorong semuanya untuk penanganan Covid-19, sehingga ini bisa membantu kondisi masyarakat yang sulit,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat koordinasi pembahasan ibadah bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (7/4).

Selain menyepakati zakat di awal bulan Ramadan, Pemprov Jateng dan para ulama juga menyepakati adanya pembacaan ayat suci Alquran di masjid-masjid dilakukan secara berkelanjutan setiap menjelang salat lima waktu dan dibacakan langsung bukan dengan memutar rekaman.

“Kita juga tambahkan agar di masjid-masjid tetap ada pembacaan Alquran atau tadarus terus-menerus agar semangat dan ruhnya terus menggelora. Ini sesuai dengan pesan dari masyarakat yang masuk ke saya melalui media sosial bahwa ada Kiai yang memimpin tahlilan orang meninggal dari masjid dan diikuti masyarakat sekitarnya dari rumah masing-masing. Ini menjadi kearifan lokal dari masing-masing untuk dilakukan,” tutur Ganjar.

Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah menerbitkan surat edaran nomor 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19. Surat edaran tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan ibadah bulan Ramadan dan Idul Fitri di Jatreng.

Namun, lanjutnya, khusus ibadah selain zakat dan pembacaan Alquran tersebut masih akan didiskusikan di masing-masing ormas dan organisasi Islam di Jateng.

“Surat edaran dari Kemenag akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan. Selebihnya karena banyak organisasi dan ormas Islam, MUI Jateng juga ikut menerjemahkan ini (surat edaran) di ormas masing-masing agar mereka bisa mengerti dan bagaimana bisa dilaksanakan sepenuhnya di Jateng,” ujarnya.

Bahkan, dia menambahkan selama Ramdhan juga tidak melakukan kegiatan seperti tarawih keliling, takbir keliling, pesantren kilat ditiadakan dulu. Itu dari surat edaran Kemenag.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji menuturkan masing-masing perwakilan dari ulama dan ormas sudah menyampaikan pendapatannya tetapi belum ada satu keputusan bulat. Dalam 10 hari ke depan kami akan bertemu lagi untuk menyamakan dan menemukan keputusan bersama.

“Selama 10 hari ke depan masing-masing akan mendalami dulu, kami yakin akan ada satu keputusan yang bisa dilakukan bersama. Memang ini tidak sama persis dengan apa yang diputuskan di pusat, kita lihat kondisi ke depan terkait Salat tarawih dan salat Idull Fitri,” tuturnya. (RS)

19
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>